ViolaClubINA - Fiorentina Femminile harus menelan kekalahan telak 0-3 dari AS Roma pada laga terakhir fase grup Serie A Women’s Cup 2026. Bermain di Stadion Tre Fontane, Sabtu (5/9/2026), La Viola sebenarnya masih mampu menjaga pertandingan tetap terbuka hingga memasuki paruh kedua. Namun, kartu merah Maria Luisa Filangeri membuat situasi berubah drastis dan Roma akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan tiga gol tanpa balas.
Roma langsung mencoba mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan. Fiorentina masih mampu bertahan dan meredam sejumlah tekanan tuan rumah, tetapi pertahanan La Viola akhirnya jebol pada menit ke-19. Giada Greggi menjadi mimpi buruk bagi Fiorentina setelah melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Cecilie Fiskerstrand. Gol tersebut membuat Roma unggul 1-0 sekaligus memberikan kepercayaan diri tambahan kepada tuan rumah.
Tertinggal satu gol tidak serta-merta membuat Fiorentina kehilangan kendali sepenuhnya. La Viola masih berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan, sementara Roma lebih nyaman mengontrol pertandingan. Keunggulan tipis 1-0 pun bertahan hingga turun minum dan membuat peluang Fiorentina untuk bangkit masih terbuka.
Namun, petaka datang pada babak kedua. Fiorentina harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Filangeri menerima kartu merah. Kondisi tersebut membuat tugas La Viola semakin berat, terlebih Roma mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan tekanan di area pertahanan Fiorentina.
Roma akhirnya mendapatkan gol kedua pada menit ke-82. Lagi-lagi nama Greggi muncul di papan skor. Setelah menerima umpan dari Manuela Giugliano, pemain bernomor punggung 20 tersebut sukses mencetak gol keduanya pada pertandingan ini sekaligus memperlebar keunggulan Roma menjadi 2-0.
Fiorentina semakin sulit untuk keluar dari tekanan setelah gol tersebut. Roma terus memanfaatkan ruang yang tersedia dan akhirnya mencetak gol ketiga pada masa tambahan waktu. Greggi kali ini berganti peran menjadi pemberi assist setelah mengirimkan umpan kepada Judy van Dooren, yang kemudian mencetak gol pada menit ke-90+8 untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Hasil tersebut sekaligus menutup perjalanan Fiorentina di fase grup Serie A Women’s Cup 2026. Sementara itu, kemenangan membuat Roma tetap berada dalam persaingan menuju semifinal. FIGC kemudian memastikan Roma lolos sebagai salah satu semifinalis bersama Sassuolo, Juventus, dan Inter.
Bagi Fiorentina, kekalahan ini menjadi penutup yang pahit. Setelah sebelumnya berhasil meraih kemenangan atas Lazio pada pertandingan fase grup, La Viola harus mengakhiri kampanye dengan kekalahan dari Roma. Sementara Roma tampil efektif dan mampu memaksimalkan momentum, terutama setelah Fiorentina kehilangan satu pemain.
Sorotan terbesar tentu tertuju kepada Greggi. Dua golnya membuat Fiorentina kembali menjadi lawan yang sangat bersahabat bagi sang gelandang Roma. Dengan tambahan dua gol tersebut, Greggi kini telah mencetak enam gol melawan Fiorentina sejak memperkuat Giallorosse, menjadikan La Viola sebagai tim yang paling sering menjadi korban golnya.
Kekalahan 0-3 ini menjadi pengingat bahwa Fiorentina masih memiliki pekerjaan rumah besar sebelum memasuki kompetisi resmi Serie A Women 2026/27. Terlebih, setelah menghadapi Roma yang mampu menghukum kesalahan kecil dengan sangat efektif, konsistensi permainan dan kedalaman skuad akan menjadi aspek penting bagi tim asuhan Pablo Piñones-Arce.
Buat La Viola, malam di Tre Fontane jelas bukan malam yang ingin dikenang terlalu lama. Namun, musim baru segera dimulai dan kekalahan ini harus dijadikan bahan evaluasi. Sebab, di Serie A nanti, tidak akan ada banyak ruang untuk mengulang kesalahan yang sama. (Sumber: Artikel-Video acffiorentina.com)






