ViolaClubINA - Performa Fiorentina dalam beberapa bulan terakhir menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Di bawah asuhan Vanoli, tim yang sempat terpuruk di dasar klasemen perlahan bangkit dan keluar dari zona degradasi. Ia berhasil menghadirkan kembali stabilitas dalam ruang ganti yang sebelumnya terpecah, meskipun sejumlah keputusan taktisnya masih menuai tanda tanya. Namun, keberhasilan tersebut justru tidak menjamin masa depannya. Di tengah upaya klub membangun ulang fondasi tim, muncul keraguan besar apakah sosok yang sukses menyelamatkan kondisi darurat juga layak memimpin proyek jangka panjang.
Manajemen Fiorentina kini dihadapkan pada persimpangan krusial. Untuk sekadar bertahan, Vanoli mungkin adalah jawaban yang tepat. Akan tetapi, untuk membawa klub naik level dan bersaing lebih tinggi, dibutuhkan visi yang lebih kuat dan identitas permainan yang jelas. Sosok seperti pelatih berpengalaman atau talenta muda dengan filosofi modern menjadi opsi yang lebih menarik, sebagaimana pernah terjadi pada era Cesare Prandelli maupun Vincenzo Montella. Terlebih, rencana revolusi tim pada musim panas mendatang diyakini akan dimulai dari kursi pelatih.
Di sisi lain, kritik terhadap kinerja manajemen, khususnya dalam urusan transfer, juga mulai mencuat. Sejumlah rekrutan dinilai tidak tepat sasaran—mulai dari pemain yang belum siap tampil, bermain di luar posisi, hingga nilai transfer yang dianggap terlalu tinggi. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap arah kebijakan klub yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan perubahan signifikan. Meski terdapat beberapa pengecualian, secara keseluruhan Fiorentina masih terlihat terjebak dalam pola lama yang belum sepenuhnya ditinggalkan.
[Baca juga : Menang “Kotor” Tapi Krusial! Vanoli Bongkar Rahasia Fiorentina: Poin Lebih Penting dari Gaya]
Meski begitu, secercah harapan tetap ada. Secara perlahan, Fiorentina menunjukkan peningkatan performa yang konsisten sepanjang 2026. Dari tim yang sempat diragukan mampu bertahan, kini mereka justru berada di ambang mengamankan posisi di kasta tertinggi. Peningkatan ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga mentalitas tim yang mulai terbentuk—mampu bangkit dari tekanan dan menjaga konsistensi dalam situasi sulit.
Kini, dengan keselamatan yang semakin dekat, pertanyaan besar pun muncul: apakah Fiorentina akan puas hanya dengan bertahan, atau berani melangkah lebih jauh? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh keputusan di balik layar—terutama dalam memilih pelatih yang mampu membangun identitas permainan yang jelas, modern, dan berkelanjutan. Sebab dalam proyek ambisius seperti ini, pelatih bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama menuju kesuksesan. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina)






