ViolaClubINA - Angin segar dan gelombang optimisme kini tengah menyelimuti Artemio Franchi. Hanya dalam waktu singkat, kedatangan Paolo Vanoli berhasil mengubah wajah Fiorentina secara dramatis. Tim yang sebelumnya terdampar di dasar klasemen usai menelan tiga kekalahan beruntun kini menjelma menjadi skuad yang penuh daya juang, berani mengambil risiko, dan kembali memikat hati para pendukung setia La Viola. Efek instan dari kembalinya sang juru taktik langsung terasa nyata melalui performa impresif di atas lapangan, di mana cemoohan penonton kini telah berganti menjadi tepuk tangan bergemuruh.
Kebangkitan skuad I Gigliati dimulai saat mereka menggasak Venezia empat gol tanpa balas di ajang Serie A. Tren positif tersebut berlanjut di Coppa Italia ketika Fiorentina sukses membekuk Pisa untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Semangat juang luar biasa kembali ditunjukkan saat mereka menahan imbang tim tangguh Napoli arahan Massimiliano Allegri. Kendati belum mampu mengamankan kemenangan di laga terakhir tersebut, raihan satu poin terasa sangat berharga karena diraih lewat permainan terbuka yang sengit hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus membuktikan bahwa potensi skuad ini jauh melebihi posisi mereka di papan bawah.
Sektor pertahanan menjadi kunci utama dalam proses transformasi ini. Keberhasilan mencatatkan clean sheet pertama musim ini serta penampilan solid lini belakang patut mendapat acungan jempol. Radu Dragusin tampil bak benteng kokoh yang tak tertembus di udara, sementara David De Gea terus menunjukkan kebangkitan performa di bawah mistar gawang. Di posisi bek sayap, persaingan ketat makin memanas setelah Viery sempat kesulitan mengawal Matteo Politano yang berujung pada masuknya Valdepeñas di babak kedua. Pemain muda asal Spanyol tersebut mampu tampil impresif, disiplin, dan bahkan nyaris mencetak gol lewat skema serangan balik, yang sekaligus menegaskan kedalaman skuad Fiorentina saat ini.
[Baca juga : Gebrakan Transfer Menjelang Big Match: Fiorentina Femminile Resmi Boyong Bintang Cile, Tapi Harus Kehilangan Pilar Penting!]
Meski demikian, pekerjaan rumah Paolo Vanoli masih terbilang cukup banyak, terutama di lini serang. Kehilangan Moise Kean yang sebelumnya menjadi garansi gol memaksa pelatih harus memutar otak. Kombinasi penyerang seperti Pellegrino dan Beto masih membutuhkan waktu untuk menemukan ketajaman dan keterikatan di depan gawang lawan. Namun, hadirnya deretan pemain kreatif seperti Franco Mastantuono, Njie, hingga Niccolò Fagioli memberikan banyak opsi variasi serangan. Vanoli diharapkan mampu memanfaatkan jeda internasional mendatang sebagai sarana pemusatan latihan singkat demi memantapkan taktik dan mengasah insting membunuh para pemain depan.
Sayangnya, di tengah eforia kebangkitan ini, kabar kurang menyenangkan datang dari keputusan Hakim Olahraga (Giudice Sportivo). Fiorentina harus menerima sanksi finansial yang cukup berat akibat berbagai pelanggaran saat pertandingan. Direktur Olahraga Fabio Paratici dijatuhi denda sebesar 5.000 euro atas aksi protes berulang kepada wasit di ruang ganti saat jeda antarbabak, sedangkan David De Gea dikenakan denda 1.500 euro beserta kartu kuning dengan pemberatan statusnya sebagai kapten tim. Selain itu, pihak klub juga dijatuhi denda tambahan sebesar 6.000 euro akibat keterlambatan memasuki lapangan di babak kedua serta 5.000 euro atas nyanyian tidak pantas dari oknum suporter, sehingga total denda yang harus dibayarkan klub mencapai lebih dari 10.000 euro.
Terlepas dari sanksi denda yang menguras kantong manajemen, energi positif yang dihadirkan Paolo Vanoli telah mengembalikan gairah dan rasa memiliki bagi seluruh elemen klub. Skuad Fiorentina kini menatap masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. Dengan jeda kompetisi yang siap dimaksimalkan untuk pembenahan taktik dan fisik, La Viola diprediksi bakal tampil semakin matang dan siap memberikan kejutan saat melakoni laga tandang melawan Genoa usai jeda internasional nanti. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina )






