ViolaClubINA - Awal musim Fiorentina sempat diwarnai periode sulit yang membentang saat tim masih berada di bawah kendali Fabio Grosso. Kekalahan tanpa mencetak gol dalam dua laga pembuka melawan Roma dan Frosinone sempat membunyikan alarm bahaya. Namun, dinamika klub berubah secara signifikan setelah pergantian kemudi teknis ke tangan Paolo Vanoli. Kehadiran Vanoli sukses mengembalikan keseimbangan lini serang dan meningkatkan daya sengat La Viola di lapangan. Di tengah proses bangkitnya performa tim, sosok Franco Mastantuono muncul sebagai figur kunci yang mencuri perhatian utama publik Artemio Franchi.
Pemain muda berbakat asal Argentina yang didatangkan dengan status pinjaman dari Real Madrid tersebut berhasil mentransformasi dirinya menjadi mesin gol paling diandalkan bagi Fiorentina saat ini. Mengingat rekam jejak musim lalu ia hanya mengemas tiga gol bersama Los Blancos, pencapaian awal musim ini terbilang sangat impresif. Ketajaman luar biasa Mastantuono dibuktikan lewat torehan tiga gol sekaligus dalam satu pertandingan ketika Fiorentina berhadapan dengan Venezia. Di balik performa apiknya yang konsisten, terungkap sebuah ambisi pribadi yang teramat teDirectory dan dirahasiakan sang pemain. Mastantuono menargetkan untuk mampu menembus catatan dua digit gol sepanjang musim ini demi mengerek posisi Fiorentina ke papan atas.
Langkah Mastantuono dalam memimpin lini depan Fiorentina didukung oleh sederet amunisi lini serang lainnya. Mateo Pellegrino, yang mengoleksi 12 gol bersama Parma pada musim sebelumnya, menunjukkan adaptasi yang relatif cepat. Pellegrino sejauh ini telah menyumbangkan gol di Serie A saat melawan Venezia serta Torino, di samping torehan golnya di pentas Coppa Italia. Berbeda halnya dengan Beto yang datang dengan catatan sepuluh gol di Everton musim lalu. Penyerang yang kini tengah membela tim nasional Guinea-Bissau tersebut dinilai masih membutuhkan waktu lebih untuk mencapai kondisi fisik optimal, sehingga Pellegrino diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama saat bertandang ke markas Genoa usai jeda internasional.
Harapan Paolo Vanoli untuk mendulang gol tidak semata-mata dibebankan kepada para penyerang tengah. Pelatih Fiorentina tersebut menaruh kepercayaan besar pada kontribusi para pemain sayap seperti Wilfried Gnonto dan Alieu Njie. Gnonto sendiri telah membuktikan ketajamannya dengan mencetak gol di Coppa Italia, melengkapi deretan pencetak gol lain di ajang tersebut seperti Luca Ranieri, Cher Ndour, dan Pedro Gonçalves. Nama terakhir, Pedro Gonçalves, sangat diharapkan mampu membuat lompatan kualitas signifikan berbekal catatan impresif 15 gol bersama Sporting CP pada musim lalu. Masa jeda kompetisi ini dimanfaatkan secara maksimal oleh staf pelatih untuk menggenjot kondisi fisik sang pemain Portugal serta mematangkan skema serang tim secara keseluruhan. (Sumber: Artikel violanews.com | Foto @999_fiorentina )






