ViolaClubINA - Final Supercoppa Femminile Frecciarossa antara Fiorentina dan Roma berlangsung di La Spezia dengan tensi tinggi sejak menit awal. Fiorentina hampir unggul lebih dulu di menit ke-13 melalui aksi Bonfantini setelah Severini berhasil merebut bola. Namun, Roma berhasil membuka skor terlebih dahulu di menit ke-16. Tendangan Glionna dari luar kotak penalti, setelah bola liar dari sepak pojok, melesat ke sudut gawang. Fiskerstrand, kiper Viola, gagal mengantisipasi sepakan itu dengan sempurna, dan Roma pun unggul 1-0.
Fiorentina menyamakan kedudukan di menit ke-60 lewat gol spektakuler dari pemain asal Swedia, Janogy. Ia melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dihentikan oleh Kresche, kiper Roma. Gol ini sempat membangkitkan harapan tim De La Fuente yang sebelumnya terlihat tertekan sepanjang laga.
Namun, Roma merespons dengan cepat. Hanya berselang beberapa menit, mereka kembali unggul berkat sundulan Valentina Giacinti, mantan pemain Fiorentina. Berawal dari umpan silang presisi Haavi, Giacinti menyelesaikannya dengan sempurna. Gol ini menjadi momen emosional sekaligus pukulan berat bagi Fiorentina.
Saat Fiorentina mencoba menekan di sisa waktu, petaka datang. Pemain pengganti Roma, Corelli, memanfaatkan kesalahan komunikasi di lini belakang Viola. Ia mencuri bola di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan diagonal yang memastikan kemenangan Roma 3-1. Meski Fiorentina sempat memberikan perlawanan sengit, secara keseluruhan, Roma mendominasi laga ini. Serangan-serangan mereka lebih terorganisir, sementara Fiorentina kerap kehilangan momentum. Dengan kemenangan ini, Roma berhasil membawa pulang trofi Supercoppa, menambah koleksi gelar mereka setelah musim sebelumnya meraih Scudetto.
Kekalahan ini menegaskan bahwa Fiorentina perlu melakukan evaluasi besar-besaran. Meski sempat bangkit dengan gol Janogy, kesalahan-kesalahan individu dan kurangnya konsistensi menjadi faktor yang harus segera diperbaiki oleh tim asuhan De La Fuente. Sementara itu, Roma terus menunjukkan kelas mereka sebagai tim papan atas sepak bola wanita Italia.
Dengan kemenangan 3-1 di La Spezia, Roma membuktikan bahwa mereka bukan hanya juara Italia, tetapi juga penguasa Supercoppa. Fiorentina, meski pulang tanpa trofi, tetap menunjukkan semangat juang hingga akhir laga. Drama Spezia ini memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim, terutama dalam menghadapi tekanan besar di final. (Sumber: Artikel acffiorentina.com Video youtube.com/@DAZNWomensFootball)






