ViolaClubINA - Pertandingan sengit tersaji di Rocco B. Commisso Viola Park kala ACF Fiorentina menjamu rival beratnya, Juventus, dalam lanjutan kompetisi sepak bola wanita. Meski tampil dengan determinasi tinggi dan perlawanan sengit hingga detik-detik akhir pertandingan, skuad asuhan Pablo Piñones Arce tersebut harus rela kehilangan poin penuh usai takluk dengan skor tipis 1-2. Hasil minor ini tentu menjadi pil pahit bagi La Viola, mengingat mereka sejatinya mampu memberikan tekanan konstan kepada tim tamu sepanjang jalannya laga.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, tim tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang dengan menampilkan permainan agresif. Alur serangan La Viola kerap bertumpu pada sisi sayap kiri, tempat kolaborasi apik antara Johansen dan Snerle beberapa kali sukses merepotkan lini pertahanan Juventus. Sayangnya, dominasi penguasaan bola di awal babak pertama tersebut masih belum mampu dikonversi menjadi gol pembuka akibat kurang tenangnya penyelesaian akhir di kotak penalti.
Alih-alih memecah kebuntuan, gawang Fiorentina justru bergetar terlebih dahulu pada menit ke-28 melalui sebuah kelengahan di lini belakang. Memanfaatkan kesalahan umpan dalam proses keluar dari tekanan yang dilakukan oleh Cortes, Redondo dengan dingin mampu mencuri bola dan melesatkan si kulit bulat melewati jangkauan penjaga gawang Fiskerstrand, mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu. Tertinggal satu gol membuat kapten tim Severini dan kolega langsung meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas sempat lahir dari kaki Bredgaard melalui aksi individu memukau yang diakhiri tendangan keras kaki kiri di tepi kotak penalti, sayang bola masih tipis di sisi gawang Juventus.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Fiorentina sama sekali tidak mengendurkan tempo permainan dan langsung tampil menekan demi menyamakan kedudukan. Snerle nyaris mencatatkan namanya di papan skor jika saja penyelamatan krusial dari Hayashi tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkan gawang Juventus dari kebobolan. Namun, petaka justru menghampiri tuan rumah ketika mereka sedang berada dalam momentum terbaiknya. Pada menit ke-56, tendangan jarak jauh Sylla yang berbelok arah setelah mengenai badan Van der Zanden membuat Fiskerstrand terkecoh, sehingga bola bersarang dengan mulus di dalam gawang dan memperlebar keunggulan Juventus menjadi dua gol.
Tertinggal defisit dua gol tidak lantas memadamkan semangat juang anak-anak asuh Piñones Arce. Perubahan taktik dilakukan dengan mengalihkan fokus serangan ke sisi kanan lapangan melalui pergerakan aktif Bredgaard dan pemain pengganti Woldvik yang rajin mengirimkan umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan lawan. Akan tetapi, aliran bola matang tersebut gagal dimaksimalkan dengan baik oleh Severini maupun Hurtig di lini depan.
Asa publik tuan rumah akhirnya menyala kembali ketika pertandingan memasuki masa injury time babak kedua, tepatnya pada menit ke-91. Umpan lambung terukur yang dilepaskan Johansen dari sisi kiri lapangan berhasil disambar oleh Severini lewat sebuah pergerakan tanpa bola yang cerdik, sekaligus menaklukkan penjaga gawang Rusek dan mengubah skor menjadi 1-2. Gol pengetat jarak tersebut memicu gelombang serangan bertubi-tubi dari La Viola di sisa waktu yang ada demi mengamankan satu angka di kandang sendiri. Kendati demikian, disiplinnya lini belakang Juventus mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kegagalan meraih poin di kandang sendiri ini kini menyisakan pekerjaan rumah yang mendesak bagi jajaran pelatih. Fiorentina praktis hanya memiliki waktu kurang dari sehari untuk melakukan evaluasi total sebelum kembali fokus menatap laga tandang berikutnya menghadapi Ternana dalam misi kebangkitan akhir pekan mendatang. (Sumber: Artikel-Video acffiorentina.com)






