ViolaClubINA - Fiorentina akhirnya bernapas lega setelah mengakhiri rentetan hasil negatif lewat kemenangan dramatis 4-2 atas Sassuolo di Stadion Mapei. Di tengah tekanan besar dan bayang-bayang zona degradasi, skuad asuhan Paolo Vanoli menunjukkan mental baja untuk membalikkan keadaan dalam duel penuh drama yang diwarnai enam gol serta aksi saling balas serangan sepanjang 90 menit pertandingan.
Bermain di kandang Sassuolo, La Viola sempat mengawali laga dengan mendominasi penguasaan bola melalui peluang awal dari Franco Mastantuono dan sundulan Mateo Pellegrino. Namun, alih-alih mencetak gol lebih dulu, gawang David de Gea justru jebol pada menit ke-25. Kesalahan di lini tengah dimanfaatkan dengan sempurna oleh Sebastiano Esposito untuk mengirim umpan terobosan matang kepada Armand Laurienté, yang tanpa ampun melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang.
Tertinggal satu gol membuat permainan Fiorentina sempat kehilangan arah dan terlihat kesulitan membongkar lini pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, ketekunan tim tamu membuahkan hasil manis jelang turun minum. Tepat pada masa tambahan waktu babak pertama, Alieu Njie memberikan umpan kepada Mateo Pellegrino yang sukses mengecoh bek lawan sebelum melepaskan tembakan keras penyeimbang kedudukan, sekaligus mengubah momentum pertandingan secara drastis.
Memasuki babak kedua, Gigliati tampil menggila hanya lima menit setelah peluit kick-off paruh kedua dibunyikan. Memanfaatkan operan dari Marco Brescianini, Alieu Njie melepaskan tembakan jarak jauh terukur yang membuat kiper Sassuolo, Stefano Turati, tak berkutik dan membawa Fiorentina berbalik unggul 2-1. Pertandingan semakin berjalan sengit ketika Laurienté mencetak gol kedua bagi Sassuolo pada menit ke-65 usai menyambut umpan silang Nemanja Matić dari sudut sempit, membuat skor kembali imbang 2-2.
Tak ingin kehilangan poin krusial, pelatih Paolo Vanoli melakukan sejumlah pergantian taktis yang terbukti menjadi pembeda. Masuknya Pedro Gonçalves (Pote) menghadirkan kreativitas segar di lini serang La Viola. Pada menit ke-79, Pote mengirimkan sodoran matang yang disambut oleh Franco Mastantuono di tepi kotak penalti; wonderkid asal Argentina itu mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan sepakan kaki kiri akurat yang merobek jala gawang Sassuolo untuk ketiga kalinya.
Menjelang bubaran, ketika tuan rumah habis-habisan keluar menyerang demi mencari gol penyama, Fiorentina justru memanfaatkan ruang kosong untuk mengunci kemenangan. Pemain muda Víctor Valdepeñas sukses mencetak gol perdananya di tim senior sekaligus gol penutup laga di masa injury time, memastikan skor akhir 4-2 untuk keunggulan tim tamu.
Kemenangan krusial ini tak hanya menjadi tiga poin tandang yang manis, tetapi juga sukses melambungkan Fiorentina keluar dari zona merah Serie A menuju peringkat ke-15 klasemen sementara. Hasil positif ini tentu menjadi modal berharga dan suntikan moril yang masif bagi La Viola sebelum menyambut laga berat menghadapi Juventus pada akhir pekan mendatang. (Sumber: Artikel football-italia.net | Video acffiorentina.com)






