ViolaClubINA - Fiorentina kembali harus menerima kenyataan pahit dalam lawatan krusial mereka di ajang Serie A setelah takluk di tangan Inter Milan di Stadion San Siro. Tampil sebagai tim tamu dengan sejumlah kendala kebugaran skuad, La Viola sejatinya sempat memberikan kejutan besar yang membuat publik tuan rumah terdiam. Namun, ketangguhan barisan pertahanan yang digalang sepanjang laga akhirnya runtuh akibat drama di menit-menit akhir pertandingan yang memaksa wakil Firenze tersebut harus pulang dengan tangan hampa.
Bermain di kandang lawan, Fiorentina menghadapi ujian berat sejak peluit kick-off dibunyikan menyusul absennya sejumlah pilar penting seperti Fabiano Parisi, Arthur Atta, dan Luca Ranieri. Situasi ini memaksa skuad asuhan pelatih tampil lebih disiplin dengan mengandalkan ketajaman lini serang yang diisi oleh Franco Mastantuono dan Alieu Njie. Di bawah mistar gawang, David De Gea menjelma menjadi tembok tebal yang membuat lini depan tuan rumah frustrasi sepanjang babak pertama. Mantan penjaga gawang Manchester United tersebut melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, mulai dari menepis tembakan jarak dekat Marcus Thuram dari sudut sempit, mematahkan sundulan tajam Francesco Pio Esposito, hingga mementahkan sepakan keras Thuram yang mengarah tepat ke sudut jauh gawang.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan tidak banyak mengalami perubahan dengan Inter terus mendominasi penguasaan bola dan mengurung lini pertahanan tim tamu. De Gea kembali membuktikan kualitas kelas dunianya ketika mementahkan tembakan keras Thuram di dalam kotak penalti menggunakan refleks luar biasa. Di tengah tekanan masif tersebut, kejutan luar biasa justru tersaji pada menit ke-64. Fiorentina secara mengejutkan berhasil memecah kebuntuan lewat aksi individu yang berbau magis dari mantan bek AC Milan, Alex Jimenez. Beroperasi di sisi sayap, Jimenez melepaskan tembakan spekulatif jarak jauh yang awalnya diduga sebagai umpan silang. Bola meluncur deras dan sukses memperdaya kiper debutan Inter, Ivan Provedel, sekaligus mengubah kedudukan menjadi keunggulan bagi tim tamu.
Gol spektakuler tersebut langsung menyulut reaksi agresif dari kubu tuan rumah yang semakin gencar membombardir pertahanan Fiorentina. Keberuntungan tampaknya sempat memihak La Viola ketika dua tembakan Carlos Augusto hanya membentur mistar gawang dalam rentang waktu dua menit. Di sisi lain, Fiorentina hampir saja menggandakan keunggulan lewat sepakan melengkung Wilfried Gnonto menuju sudut atas gawang, namun Provedel kali ini mampu bereaksi cepat untuk menepisnya.
Sayangnya, benteng pertahanan Fiorentina yang dikawal dengan ketat akhirnya harus jebol juga melalui aksi individu Marcus Thuram. Penyerang asal Prancis tersebut sukses menyamakan kedudukan lewat kerjasama satu-dua apik di luar kotak penalti yang diakhiri dengan tembakan terukur perlahan melewati garis gawang. Petaka sesungguhnya bagi Fiorentina terjadi jelang bubaran laga ketika Victor Valdepenas melakukan pelanggaran di area terlarang usai menarik kaus Thuram. Tanpa keraguan, wasit langsung menunjuk titik putih tanpa perlu bantuan VAR, dan Piotr Zielinski yang tampil sebagai algojo sukses menuntaskan tugasnya dengan dingin. Kekalahan tragis dengan skor tipis 1-2 ini membuat Fiorentina semakin tenggelam di zona degradasi dengan raihan empat poin. (Sumber: Artikel football-italia.net | Video acffiorentina.com)






