Sign Up
Cover

Serie A 26/27 Gio 03 vs Torino (1-2)

ACF Fiorentina

Minggu, 6 September 2026

ViolaClubINA - Fiorentina kembali menelan hasil mengecewakan di Serie A 2026/27. Menjamu Torino di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (5/9/2026), La Viola harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Fiorentina sempat unggul lebih dahulu, sebelum Torino membalikkan keadaan lewat gol Rolando Mandragora dan Ché Adams.

Hasil ini memperpanjang start buruk Fiorentina di kompetisi domestik. Sebelumnya, tim asuhan Fabio Grosso dihantam AS Roma dengan skor telak 0-4 dan kemudian kembali dipermalukan di kandang sendiri setelah kalah 0-3 dari tim promosi Frosinone. Dengan demikian, Fiorentina mengawali tiga pertandingan Serie A dengan tiga kekalahan, hanya mencetak satu gol dan sudah kebobolan sembilan kali.

Pertandingan melawan Torino sebenarnya sempat memberikan secercah harapan. Fiorentina membuka laga dengan peluang emas dalam 75 detik pertama. Franco Mastantuono hampir membawa tuan rumah unggul, tetapi Lucas Perri mampu menggagalkan peluang tersebut. Bola muntah kemudian masih bisa disapu dari garis gawang oleh Niccolò Fortini.

Torino kemudian mulai menemukan ritmenya dan lebih banyak menguasai bola. Fiorentina juga harus kehilangan Christ Inao Oulaï akibat cedera pada menit ke-24. Situasi tersebut membuat Grosso kembali dipaksa melakukan penyesuaian terhadap komposisi tim yang sejak awal musim memang belum menunjukkan kestabilan.

Memasuki babak kedua, Fiorentina akhirnya mendapatkan gol yang selama ini mereka tunggu. Mateo Pellegrino melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada awal babak kedua yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Perri. Bola kemudian masuk ke gawang dan membuat Fiorentina untuk pertama kalinya mencetak gol di Serie A musim ini.

Keunggulan tersebut ternyata tidak bertahan lama. Torino menemukan celah melalui Rolando Mandragora, yang baru beberapa hari sebelumnya meninggalkan Fiorentina untuk kembali memperkuat klub asal Turin tersebut. Sang gelandang langsung memberikan pukulan telak kepada mantan klubnya melalui tembakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti pada menit ke-74.

Drama semakin pahit bagi Fiorentina delapan menit kemudian. Rafik Belghali mendapatkan ruang di sisi kanan dan mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Ché Adams bergerak lebih cepat dibandingkan Joao Mario dan menuntaskan peluang tersebut dengan penyelesaian akrobatik untuk membawa Torino berbalik unggul 2-1.

Fiorentina gagal memberikan respons berarti setelah gol tersebut. Tidak ada gol penyama kedudukan hingga peluit panjang berbunyi. Para pemain La Viola bahkan harus meninggalkan lapangan dengan iringan cemoohan dari pendukung yang memadati Artemio Franchi.

Ironisnya, secara statistik Fiorentina sebenarnya menghasilkan lebih banyak percobaan dibandingkan Torino. La Viola mencatat 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran, sementara Torino hanya melepaskan tujuh tembakan dan empat mengarah ke gawang. Namun, efektivitas serta kemampuan memanfaatkan momentum kembali menjadi masalah besar bagi Fiorentina.

Kekalahan dari Torino akhirnya menjadi pertandingan terakhir Fabio Grosso sebagai pelatih Fiorentina. Sehari setelah kekalahan tersebut, klub memutuskan mengakhiri kerja sama dengan mantan pelatih Sassuolo itu setelah baru memimpin tim selama kurang dari tiga bulan. Grosso sebelumnya ditunjuk pada 8 Juni untuk menggantikan Paolo Vanoli dan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun.

Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan betapa genting situasi Fiorentina saat ini. Tiga pertandingan, tiga kekalahan, satu gol dicetak, dan sembilan gol kebobolan membuat La Viola terpuruk di dasar klasemen Serie A. Bahkan, pergantian pelatih dilakukan ketika musim baru berjalan sangat singkat.

Menariknya, Fiorentina tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari pengganti. Paolo Vanoli kembali dipercaya menangani tim utama setelah sebelumnya meninggalkan klub. Vanoli sebelumnya mengambil alih Fiorentina pada pertengahan musim lalu ketika tim berada dalam situasi sulit dan berhasil membawa mereka menjauh dari zona degradasi hingga finis di posisi ke-15. Ia juga membawa Fiorentina melaju hingga perempat final Conference League sebelum tersingkir dari Crystal Palace.

Kini Vanoli kembali menghadapi tugas yang tidak kalah berat. Ia harus membangkitkan mental pemain, memperbaiki pertahanan yang sudah kebobolan sembilan gol dalam tiga laga, sekaligus menemukan formula serangan yang mampu membuat Fiorentina lebih produktif. Tantangan pertamanya akan datang pada Jumat ketika La Viola bertandang menghadapi Venezia, tim promosi yang juga belum meraih poin dari tiga pertandingan.

Kekalahan dari Torino dengan demikian bukan sekadar hasil buruk lainnya bagi Fiorentina. Pertandingan tersebut menjadi simbol dari awal musim yang berantakan sekaligus menutup perjalanan singkat Grosso di Florence. Setelah kembali memilih Vanoli sebagai penyelamat, Fiorentina kini tidak punya banyak ruang untuk kembali melakukan kesalahan.

Musim masih sangat panjang, tetapi satu hal sudah jelas: Fiorentina harus segera menemukan jalan keluar. Jika tidak, krisis yang awalnya hanya terlihat sebagai masalah hasil pertandingan bisa berubah menjadi persoalan yang jauh lebih besar bagi ambisi La Viola sepanjang musim 2026/27. (Sumber: Artikel football-italia.net | Video acffiorentina.com

 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet