ViolaClubINA - AS Roma tampil menggila saat membantai ACF Fiorentina dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Serie A. Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk biasa, melainkan menjadi salah satu penampilan paling mengecewakan Fiorentina dalam beberapa tahun terakhir. Bermain di Stadion Olimpico, Roma tampil dominan sejak menit awal dan membuat tim tamu tidak berkutik sepanjang pertandingan.
Pada awal laga, Fiorentina sebenarnya sempat menunjukkan permainan yang cukup menjanjikan. Tim asuhan Paolo Vanoli mampu menguasai bola dan menekan Roma selama sekitar sepuluh menit pertama. Namun, momentum tersebut langsung hilang setelah Roma membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui sundulan Gianluca Mancini yang memanfaatkan situasi sepak pojok. Gol tersebut seolah menjadi awal dari kehancuran total Fiorentina di laga ini.
Hanya berselang empat menit, Roma kembali mencetak gol kedua melalui Wesley. Berawal dari serangan cepat di sisi sayap, pertahanan Fiorentina terlihat panik dan kehilangan organisasi permainan. Wesley pun sukses menyambar bola di dalam kotak penalti tanpa pengawalan berarti. Fiorentina tampak tidak memiliki respons setelah tertinggal dua gol. Para pemain terlihat kehilangan semangat dan bermain tanpa determinasi.
Petaka bagi Fiorentina kembali datang pada menit ke-34. Mario Hermoso mencetak gol ketiga Roma setelah lini pertahanan tim tamu kembali gagal mengantisipasi pergerakan pemain lawan. Kesalahan koordinasi di sisi kiri pertahanan membuat Hermoso dengan mudah menyontek bola ke gawang David de Gea. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum dan praktis membuat pertandingan sudah selesai bahkan sebelum babak kedua dimulai.
Memasuki paruh kedua, Paolo Vanoli mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan beberapa pemain baru, termasuk penyerang muda Riccardo Braschi. Kehadiran Braschi sempat memberikan energi berbeda bagi Fiorentina. Bahkan, ia hampir mencetak gol hanya beberapa menit setelah masuk lapangan, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Sayangnya, usaha tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Roma tetap tampil jauh lebih solid dan berbahaya. Donyell Malen kembali menjadi ancaman serius bagi pertahanan Fiorentina sepanjang laga. Penyerang asal Belanda itu akhirnya mencatatkan assist indah untuk gol keempat Roma yang dicetak Nicolò Pisilli pada menit ke-59. Pisilli sukses menanduk bola hasil umpan trivela Malen dan memastikan kemenangan telak 4-0 bagi Giallorossi.
Kemenangan ini membuat Roma kembali membuka peluang dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Mereka kini hanya terpaut satu poin dari posisi empat besar klasemen Serie A. Di sisi lain, Fiorentina justru semakin terpuruk dan masih belum mampu memastikan performa stabil hingga akhir musim.
Meski secara matematis Fiorentina masih relatif aman dari ancaman degradasi, performa mereka belakangan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pendukung. Banyak pihak menilai para pemain kehilangan motivasi dan gagal menunjukkan semangat juang di lapangan. Bahkan, penampilan Riccardo Braschi sebagai pemain muda dianggap lebih menjanjikan dibanding beberapa pemain senior yang tampil mengecewakan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Fiorentina masih menyisakan tiga pertandingan penting melawan Genoa, Juventus, dan Atalanta. Namun, melihat performa terkini, banyak penggemar mulai pesimistis tim kesayangannya mampu meraih hasil positif. (Sumber: Artikel football-italia.net | Video football-italia.net)






