ViolaClubINA - Petualangan Lucas Beltrán bersama Fiorentina akhirnya resmi mencapai garis akhir. Klub asal Florence tersebut mengumumkan bahwa penyerang asal Argentina itu kembali bergabung dengan River Plate melalui skema peminjaman yang disertai kewajiban pembelian permanen. Dengan kepindahan ini, berakhirlah perjalanan dua musim yang penuh harapan, namun gagal berkembang sesuai ekspektasi saat pertama kali ia didatangkan sebagai salah satu investasi terbesar La Viola di lini depan.
Berdasarkan kesepakatan yang telah diumumkan, River Plate meminjam Beltrán dengan biaya sebesar 500 ribu euro. Klub raksasa Argentina itu juga memiliki kewajiban untuk mempermanenkan status sang pemain dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai sekitar 6,5 juta euro. Selain itu, Fiorentina turut mengamankan klausul yang memberikan mereka hak atas 50 persen keuntungan dari penjualan Beltrán pada masa mendatang. Sang pemain sendiri telah menandatangani kontrak berdurasi hingga tahun 2030 dan langsung bergabung dengan skuad River Plate yang tengah menjalani pemusatan latihan pramusim di Alicante, Spanyol.
Kepergian Beltrán menutup sebuah cerita yang sejatinya diawali dengan optimisme tinggi. Pada musim panas 2023, Fiorentina rela mengeluarkan dana sekitar 20 juta euro untuk memboyongnya dari River Plate. Saat itu, ia diproyeksikan menjadi sosok yang mampu mengisi kekosongan di lini serang setelah kepergian Dušan Vlahović. Statusnya sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Argentina membuat banyak pihak percaya bahwa Beltrán memiliki kualitas untuk menjadi andalan baru Fiorentina.
Namun, realitas di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Sepanjang memperkuat Fiorentina, Beltrán memang beberapa kali menunjukkan potensi yang dimilikinya. Salah satu momen terbaiknya terjadi pada tahun 2024 ketika ia berhasil mencatatkan kontribusi berupa gol atau assist dalam tujuh pertandingan secara beruntun. Sayangnya, konsistensi tersebut tidak mampu dipertahankan hingga menjadikannya sebagai mesin gol utama tim.
Secara keseluruhan, Beltrán menorehkan 16 gol dalam 98 penampilan bersama Fiorentina di semua kompetisi. Catatan tersebut dinilai belum sebanding dengan ekspektasi besar yang mengiringi kedatangannya. Salah satu penyebabnya adalah karakter bermain Beltrán yang ternyata lebih cocok sebagai penyerang pendukung atau gelandang serang dibandingkan penyerang tengah murni. Ia dikenal memiliki etos kerja tinggi, agresif dalam melakukan pressing, dan cerdas membaca ruang. Akan tetapi, kemampuan menahan bola, pergerakan sebagai target man, serta penyelesaian akhirnya belum cukup efektif untuk menjadi ujung tombak utama di kompetisi seketat Serie A.
[Baca juga : Diburu Klub Premier League, Fiorentina Siap Lepas Dua Bintang Sekaligus? Paratici Mulai Susun Rencana Besar]
Situasi tersebut membuat Beltrán kesulitan menemukan peran ideal dalam sistem permainan Fiorentina. Di satu sisi, ia tidak memiliki insting mencetak gol setajam penyerang nomor sembilan tradisional. Di sisi lain, kreativitasnya juga belum cukup dominan untuk dimainkan sebagai gelandang serang murni. Akibatnya, ia kerap berada di posisi yang kurang menguntungkan dan gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Performa Beltrán bersama Fiorentina juga memunculkan anggapan bahwa keberhasilannya saat masih membela River Plate tidak lepas dari sistem permainan yang dibangun Marcelo Gallardo. Di bawah arahan pelatih tersebut, Beltrán berkembang dalam lingkungan yang sangat mendukung karakter permainannya sehingga mampu tampil lebih produktif. Ketika berpindah ke Italia, ia harus beradaptasi dengan tuntutan taktik dan gaya bermain yang berbeda, sesuatu yang ternyata tidak mudah dijalani.
Harapan untuk menghidupkan kembali kariernya sempat muncul ketika Beltrán dipinjamkan ke Valencia pada musim lalu. Namun, pengalaman di Spanyol kembali memperlihatkan tantangan yang sama. Ia hanya mampu mencetak tiga gol dalam 30 pertandingan di seluruh kompetisi, dengan satu gol saja yang lahir di ajang La Liga. Produktivitas tersebut tidak cukup untuk meyakinkan Valencia agar mempermanenkan statusnya, sehingga jalan pulang menuju River Plate menjadi pilihan yang paling realistis bagi semua pihak.
Kembalinya Beltrán ke River Plate diyakini menjadi langkah yang menguntungkan. Ia kembali ke klub yang telah membesarkan namanya dan lingkungan yang sudah sangat dikenalnya. Pengalaman selama lima tahun bersama River sebelum hijrah ke Eropa membuat proses adaptasi diperkirakan tidak akan menemui banyak kendala, meskipun kini klub tersebut ditangani oleh Eduardo Coudet.
Di River Plate, Beltrán juga akan bereuni dengan dua mantan pemain Fiorentina, yaitu Germán Pezzella dan Lucas Martínez Quarta. Kehadiran wajah-wajah yang sudah dikenalnya diharapkan dapat mempercepat proses integrasinya ke dalam tim. Selain itu, ia memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan posisi utama dalam skema permainan Coudet, sekaligus membantu River Plate mengejar gelar juara setelah finis sebagai runner-up pada kompetisi Apertura.
Bagi Fiorentina, transfer ini juga membawa keuntungan dari sisi finansial. Selain memperoleh pemasukan dari biaya peminjaman dan kewajiban pembelian permanen, klub turut mengurangi beban gaji Beltrán yang tergolong cukup besar dalam struktur pengeluaran tim. Langkah ini sejalan dengan upaya manajemen untuk merampingkan komposisi skuad sekaligus menciptakan ruang finansial yang lebih sehat menjelang musim baru.
Meski perjalanan Lucas Beltrán di Florence jauh dari kata sempurna, dedikasi dan profesionalismenya tidak pernah diragukan. Ia selalu menunjukkan komitmen tinggi setiap kali mendapat kesempatan bermain, meskipun tidak berhasil memenuhi ekspektasi besar sebagai penerus lini depan Fiorentina. Kini, dengan kembali mengenakan seragam River Plate, Beltrán memiliki kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya di tempat yang pernah menjadi awal kesuksesannya, sementara Fiorentina dapat melangkah ke babak baru dengan skuad yang lebih efisien dan arah pembangunan tim yang semakin jelas.. (Sumber: Artikel violanation.com | Foto @beltranlucass )






