Sign Up
Cover

Pre-Season 2026 vs Madrid (2-2)

ACF Fiorentina

Senin, 3 Agustus 2026

ViolaClubINA - Fiorentina menunjukkan karakter pantang menyerah saat menahan imbang Real Madrid dengan skor 2-2 dalam laga uji coba pramusim yang berlangsung di Klagenfurt, Austria. Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama, pasukan Fabio Grosso mampu bangkit melalui gol Roberto Piccoli dan Moise Kean untuk mengamankan hasil positif menghadapi salah satu raksasa sepak bola Eropa.

Sejak peluit awal dibunyikan, Fiorentina berusaha memainkan sepak bola yang rapi dengan membangun serangan dari bawah dan memanfaatkan pergerakan para pemain di lini depan. Namun, efektivitas Real Madrid menjadi pembeda pada awal pertandingan. Pada menit ke-13, Endrick membawa Los Blancos unggul setelah memanfaatkan ruang di dalam kotak penalti dan menaklukkan David de Gea lewat penyelesaian mendatar yang tak mampu dijangkau kiper asal Spanyol tersebut.

Keunggulan Real Madrid bertambah pada menit ke-24. Eduardo Camavinga melakukan penetrasi yang membelah lini pertahanan Fiorentina sebelum mengirim umpan matang kepada Alexis Ciria. Berdiri bebas di depan gawang, Ciria tanpa kesulitan menggandakan keunggulan tim asuhan José Mourinho menjadi 2-0.

Meski sempat berada di bawah tekanan, Fiorentina tidak kehilangan ketenangan. Tim berjuluk La Viola mulai menemukan ritme permainan melalui penguasaan bola yang lebih sabar dan kombinasi umpan-umpan pendek. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Alejandro Jiménez melepaskan umpan terobosan akurat dari sisi kanan yang berhasil disambut Roberto Piccoli. Sang penyerang menyelesaikan peluang dengan sepakan kaki kanan yang tak mampu dihentikan Andriy Lunin, sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-40.

Gol tersebut menjadi titik balik permainan Fiorentina. Memasuki babak kedua, mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan beberapa kali mengancam gawang Real Madrid. Baru dua menit setelah jeda, Piccoli kembali memperoleh peluang emas, tetapi tembakannya diblok, sementara Albert Gudmundsson gagal memanfaatkan bola muntah karena lebih dahulu dihalau pemain bertahan lawan tepat di garis gawang.

Tekanan terus berlanjut. Gudmundsson kembali memperoleh kesempatan melalui skema serangan cepat yang dibangun Christ Inao Oulaï dan Arthur Atta, tetapi upaya cungkilan pemain asal Islandia itu masih melenceng tipis dari sasaran. Tidak lama berselang, tendangan bebas Rolando Mandragora dari depan kotak penalti juga nyaris berbuah gol setelah bola hanya melewati mistar gawang dengan selisih beberapa sentimeter.

Keputusan Fabio Grosso melakukan pergantian pemain pada menit ke-56 terbukti menjadi titik krusial. Nicolò Fagioli, Moise Kean, dan Dodô langsung memberikan energi baru bagi permainan Fiorentina. Hanya sekitar satu menit setelah masuk ke lapangan, Fagioli mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri yang disambut sundulan keras Kean. Bola meluncur ke dalam gawang Real Madrid dan mengubah kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-57.

Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Fiorentina tampil semakin percaya diri dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat. Kean bahkan hampir mencetak gol keduanya menjelang laga berakhir ketika mencoba memanfaatkan posisi Lunin yang sedikit keluar dari sarangnya, tetapi sepakannya masih melebar tipis di sisi gawang.

Di sisi lain, lini belakang Fiorentina juga menunjukkan peningkatan setelah awal pertandingan yang kurang meyakinkan. Radu Drăgușin tampil solid mengawal pertahanan, sementara Christensen yang masuk menggantikan De Gea pada awal babak kedua mampu menjaga gawangnya tetap aman dari ancaman Real Madrid hingga pertandingan usai.

Hasil imbang ini menjadi sinyal positif bagi Fiorentina dalam rangkaian persiapan menghadapi musim kompetisi baru. Meski sempat tertinggal dua gol dari lawan sekelas Real Madrid, La Viola memperlihatkan mentalitas yang kuat, respons taktis yang baik, serta efektivitas para pemain pengganti. Kolaborasi Fagioli dan Kean yang langsung menghasilkan gol, ditambah performa menjanjikan Roberto Piccoli, menjadi modal berharga bagi Fabio Grosso untuk membangun tim yang kompetitif.

Skor akhir 2-2 mungkin hanya tercatat sebagai hasil pertandingan pramusim, tetapi cara Fiorentina bangkit dari tekanan dan memaksakan hasil imbang melawan Real Madrid menunjukkan bahwa La Viola memiliki karakter, kedalaman skuad, dan semangat juang yang patut diwaspadai menjelang bergulirnya musim 2026/2027. (Sumber: Artikel-Video  acffiorentina.com

 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet