Sign Up
Cover

Pre-Season 2026: vs Gubbio (1-0)

ACF Fiorentina

Kamis, 23 Juli 2026

ViolaClubINA - Fiorentina memulai rangkaian pramusim 2026/2027 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Gubbio di Viola Park, Minggu (19/7). Hasil tersebut memang hanya diperoleh melalui eksekusi penalti Albert Guðmundsson menjelang turun minum. Namun, di balik skor yang tampak sederhana, laga ini menjadi panggung pertama untuk melihat arah permainan La Viola di bawah sentuhan pelatih anyar, Fabio Grosso.

Menghadapi Gubbio, klub Serie C yang memiliki beberapa keterkaitan dengan Fiorentina melalui para mantan pemain dan pemain pinjaman, Grosso langsung menerapkan formasi 4-3-3. David De Gea dipercaya mengawal gawang, sementara lini belakang diisi Dodô, Radu Drăgușin, Luca Ranieri, dan Marco Brescianini yang dimainkan di sisi kiri pertahanan. Trio gelandang menampilkan kombinasi Yacine Adli Atta, Rolando Mandragora, dan Cher Ndour, sedangkan lini depan dihuni Niccolò Fortini, Roberto Piccoli, serta Albert Guðmundsson.

Sejak menit-menit awal, Fiorentina berusaha mendominasi penguasaan bola. Peluang emas pertama hadir ketika Roberto Piccoli lolos dari kawalan lawan setelah menerima umpan Dodô. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan kiper Gubbio, Federico Bagnolini. Tidak lama berselang, Atta sempat mencetak gol setelah memanfaatkan umpan Guðmundsson, tetapi wasit menganulirnya karena sang penyerang Islandia telah lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Meski lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, Fiorentina tidak sepenuhnya lepas dari ancaman. Gubbio beberapa kali mampu melancarkan serangan balik yang memaksa De Gea bekerja, termasuk ketika Rosaia melepaskan tembakan silang yang sempat merepotkan penjaga gawang asal Spanyol tersebut.

Peluang terbaik Fiorentina sebelum gol akhirnya lahir dari aksi individu Guðmundsson pada menit ke-13. Penyerang asal Islandia itu memperlihatkan kualitas tekniknya dengan melewati pemain bertahan sebelum melepaskan tendangan melengkung yang hanya membentur tiang gawang. Intensitas permainan kemudian sedikit menurun akibat cuaca panas yang memaksa pertandingan dihentikan sejenak untuk cooling break.

Memasuki akhir babak pertama, tekanan Fiorentina akhirnya membuahkan hasil. Atta menjadi sosok kunci setelah mencoba menyambar bola di dalam kotak penalti dan mendapat kontak keras dari Bagnolini. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Guðmundsson yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penaltinya mengecoh sang kiper dan membawa Fiorentina unggul 1-0 tepat sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, Grosso melakukan rotasi besar-besaran. Hampir seluruh susunan pemain diganti demi memberi kesempatan kepada lebih banyak pemain menunjukkan kemampuan mereka. Pietro Comuzzo memimpin lini belakang yang sepenuhnya baru bersama Viery, Jimenez, dan Balbo. Di lini tengah masuk Nicolò Fagioli, Giovanni Fabbian, serta Pirrò, sedangkan lini depan diperkuat Moise Kean.

Pergantian tersebut membuat Fiorentina tetap mengendalikan permainan. Kean langsung menghadirkan ancaman melalui beberapa peluang berbahaya. Salah satunya lahir setelah menerima umpan silang Pirrò, tetapi penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar. Penyerang tim nasional Italia itu kembali memperoleh kesempatan emas melalui tendangan berputar dan kemudian satu peluang lain hasil kombinasi apik bersama Fabbian serta Oulaï, tetapi seluruhnya berhasil digagalkan penampilan gemilang Bagnolini.

Selain rotasi pemain senior, laga ini juga menjadi momen penting bagi sejumlah talenta muda. Fabio Grosso memberikan debut kepada gelandang asal Pantai Gading, Christ Inao Oulaï, yang langsung menunjukkan keaktifannya meski baru beberapa menit berada di lapangan. Beberapa sentuhan pertamanya mampu menghadirkan kombinasi menarik bersama Fagioli dan Kean, termasuk sebuah umpan tumit yang hampir berujung gol kedua Fiorentina.

Tak kalah menarik, Grosso juga memberikan kesempatan kepada Croci, pemain kelahiran 2010, untuk mencatat penampilan perdana bersama tim utama. Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa sang pelatih tidak ragu membuka jalan bagi para pemain akademi selama pramusim berlangsung.

Hingga peluit panjang berbunyi, Fiorentina mempertahankan keunggulan 1-0. Meski hanya mencetak satu gol melalui penalti, pertandingan pertama era Fabio Grosso tetap menghadirkan sejumlah catatan positif. Organisasi permainan mulai terlihat, penguasaan bola cukup dominan, dan rotasi pemain berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi mengingat banyaknya peluang bersih yang gagal dikonversi menjadi gol.

Pramusim tentu bukan tentang hasil semata, melainkan proses membangun identitas permainan dan memberi kesempatan kepada seluruh pemain untuk beradaptasi dengan ide pelatih baru. Dari kemenangan atas Gubbio ini, Fiorentina memang belum tampil sempurna, tetapi sudah memperlihatkan fondasi yang dapat dikembangkan. Bagi para pendukung La Viola, kemenangan tipis ini mungkin belum cukup untuk membuat euforia berlebihan, tetapi setidaknya menjadi langkah awal yang menjanjikan menuju musim kompetisi 2026/2027. (Sumber: Artikel  violanation.com | Video acffiorentina.com

 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet