ViolaClubINA - Setelah menanti selama 43 tahun, ACF Fiorentina Primavera akhirnya berhasil meraih gelar Campione d’Italia Primavera usai menaklukkan Parma Primavera dengan skor 2-1 di Viola Park. Keberhasilan tim muda Fiorentina ini menjadi momen emosional sekaligus bersejarah bagi publik Firenze. Di bawah arahan pelatih Daniele Galloppa, La Viola muda tampil solid, percaya diri, dan penuh determinasi sepanjang pertandingan final.
Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Eddy Kouadio. Bek muda tersebut tampil sangat tenang dan berwibawa di lini belakang, bahkan sukses meredam pergerakan striker tajam Parma, Mikolajewski, yang sebelumnya menjadi top skor musim reguler. Tidak hanya kokoh dalam bertahan, Kouadio juga mencetak gol penting melalui sundulan kepala memanfaatkan situasi sepak pojok yang membuat Fiorentina unggul 2-0. Penampilan impresif lainnya datang dari sang kapten, Niccolò Trapani, yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai bek kanan modern dengan permainan disiplin dan konsisten sepanjang laga.
Di sektor tengah, duet Deli dan Montenegro tampil cukup stabil dalam menjaga keseimbangan permainan. Sementara itu, Puzzoli menjadi motor kreativitas serangan Fiorentina lewat visi bermain dan umpan-umpan cerdas di antara lini pertahanan lawan. Meski tidak mencetak gol, kontribusinya sangat terasa dalam membangun ritme serangan tim. Di lini depan, Braschi kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol dari titik penalti secara dingin dan penuh percaya diri. Gol tersebut menjadi gol ke-19 miliknya musim ini dan semakin menegaskan statusnya sebagai bomber andalan Fiorentina Primavera.
[Baca juga : “Kode Perpisahan?” Galloppa Bikin Fans Fiorentina Deg-Degan Usai Ucapkan Kalimat Ini ]
Selain para starter, kontribusi pemain pengganti juga tidak kalah penting. Konè tampil penuh energi setelah masuk dari bangku cadangan dan berhasil memberikan kesegaran baru di lini tengah. Intensitas permainan Fiorentina tetap terjaga hingga menit akhir berkat pergerakan agresif dan kreativitas yang ia hadirkan di lapangan.
Sementara itu, pemain muda Fiorentina, Luis Balbo, mengungkapkan rasa bangganya setelah membawa tim meraih Scudetto Primavera. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Balbo mengaku atmosfer di Viola Park terasa luar biasa dan memberikan tambahan motivasi besar bagi seluruh pemain. Menurutnya, dukungan penuh suporter membuat para pemain seperti bermain dengan “12 orang” di lapangan. Ia juga mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya berkembang begitu cepat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah mendapat kesempatan tampil bersama tim utama Fiorentina.
Balbo turut menegaskan bahwa impian terbesarnya adalah bertahan di Firenze dan suatu hari bermain di stadion kebanggaan Fiorentina, Stadio Artemio Franchi. Meski masa depannya masih ditentukan klub, pemain muda tersebut menegaskan dirinya akan selalu siap memberikan kemampuan terbaik demi Fiorentina. Gelar juara Primavera ini pun diyakini menjadi awal lahirnya generasi emas baru La Viola yang siap bersinar di level senior dalam beberapa tahun mendatang. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @l.balbo28 )






