Sign Up
Cover

Paolo Vanoli Kembali ke Fiorentina, Hanya 3 Bulan Setelah Pergi: Misi Balas Dendam atau Jalan Terakhir La Viola?

ACF Fiorentina

Selasa, 8 September 2026

ViolaClubINA - Fiorentina kembali membuat keputusan yang mengejutkan di awal musim 2026/27. Setelah hanya tiga pertandingan Serie A, La Viola resmi memecat Fabio Grosso dan menunjuk Paolo Vanoli sebagai pelatih baru. Menariknya, Vanoli bukan sosok asing bagi Fiorentina. Ia baru meninggalkan klub pada akhir musim 2025/26, tetapi kini kembali ke Viola Park hanya sekitar tiga bulan setelah kepergiannya.

Keputusan tersebut menjadi salah satu perubahan paling cepat dalam perjalanan Fiorentina dalam beberapa musim terakhir. Grosso, yang ditunjuk pada Juni 2026, gagal memberikan awal yang diharapkan. Fiorentina menelan tiga kekalahan beruntun pada tiga pertandingan pertama Serie A, masing-masing dari AS Roma, Frosinone, dan Torino. Rentetan hasil tersebut membuat La Viola berada di dasar klasemen sementara dengan sembilan gol bersarang di gawang mereka.

Kekalahan 2-1 dari Torino di Artemio Franchi pada 5 September menjadi pukulan terakhir bagi Grosso. Tidak lama setelah pertandingan tersebut, Fiorentina mengumumkan perpisahan dengan pelatih berusia 48 tahun itu. Klub kemudian bergerak cepat mencari pengganti dan nama Vanoli kembali muncul sebagai kandidat utama, mengungguli sejumlah opsi lain yang sempat dikaitkan dengan posisi tersebut.

Bagi Vanoli, penunjukan ini terasa seperti sebuah kesempatan kedua yang datang jauh lebih cepat dari perkiraan. Pelatih berusia 54 tahun itu sebelumnya dipercaya menangani Fiorentina pada November 2025 untuk menggantikan Stefano Pioli. Ketika datang, situasi La Viola sedang berada dalam kondisi sulit dan ancaman degradasi begitu nyata. Namun, Vanoli berhasil mengangkat performa tim dan membawa Fiorentina menjauh dari zona merah hingga akhirnya menutup musim di posisi ke-15.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah keputusan Fiorentina setelah musim tersebut berakhir. Meskipun Vanoli berhasil menyelamatkan tim dari ancaman degradasi, klub memilih tidak memperpanjang kontraknya dan justru menunjuk Grosso sebagai bagian dari proyek baru. Vanoli pun harus meninggalkan Florence setelah dianggap bukan bagian dari rencana jangka panjang manajemen. Kini, hanya beberapa bulan kemudian, orang yang sebelumnya dianggap tidak cukup untuk melanjutkan proyek Fiorentina justru kembali menjadi orang yang dipercaya menyelamatkan proyek tersebut.

Kembalinya Vanoli juga tidak bisa dilepaskan dari apa yang berhasil ia lakukan pada periode pertamanya. Menurut catatan Viola Nation, setelah mengubah pendekatan permainan dan menggunakan formasi empat bek, Fiorentina meraih 36 poin dari 23 pertandingan di bawah kepemimpinannya. Jika salah satu pertandingan melawan Udinese yang menggunakan kembali skema tiga bek tidak dihitung, laju tersebut setara dengan rata-rata sekitar 1,64 poin per pertandingan atau pace sekitar 62 poin dalam satu musim penuh.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Vanoli bukan sekadar pelatih yang datang untuk memadamkan kebakaran. Ia memang belum membawa Fiorentina bermain dengan sepak bola yang sempurna, tetapi berhasil mengembalikan fondasi penting yang sebelumnya hilang: kerja keras, organisasi, serta kemampuan tim untuk bertahan dalam situasi sulit. Pada periode sebelumnya, persoalan Fiorentina tidak hanya berkaitan dengan taktik, tetapi juga mentalitas. Vanoli berhasil mengubah kondisi tersebut dan membuat tim kembali kompetitif.

[Baca juga : Fabio Grosso Dipecat Fiorentina Setelah 3 Laga, Era Baru Viola Kembali Dimulai dari Titik Nol]

Tantangan kali ini, bagaimanapun, berbeda. Jika pada periode pertama ia datang ketika Fiorentina berada dalam kondisi krisis, kali ini Vanoli mewarisi skuad yang dibangun dengan investasi besar. Fiorentina menghabiskan lebih dari €130 juta pada bursa transfer musim panas 2026, sehingga ekspektasi terhadap tim tentu jauh lebih tinggi. Karena itu, tugas Vanoli bukan hanya menghindarkan Fiorentina dari degradasi, tetapi juga membuktikan bahwa skuad mahal tersebut mampu menghasilkan performa yang sepadan.

Vanoli juga kembali bekerja dalam situasi yang tidak ideal. Ia tidak memiliki masa pramusim untuk membentuk tim sesuai keinginannya dan harus langsung bekerja dengan skuad yang sudah tersedia. Namun, kondisi tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru baginya. Pada periode sebelumnya, ia juga datang ketika musim sedang berjalan dan berhasil melakukan perubahan dalam waktu relatif singkat. Kali ini, Fiorentina berharap pengalaman tersebut kembali menjadi senjata utama.

Setelah kesepakatan verbal tercapai, Vanoli langsung tiba di Viola Park pada 7 September untuk merampungkan proses kepulangannya sekaligus memimpin sesi latihan pertama. Fiorentina kemudian mengonfirmasi secara resmi penunjukannya sebagai pelatih tim utama. Dengan demikian, era kedua Vanoli di Florence resmi dimulai hanya beberapa bulan setelah klub memutuskan untuk berpisah dengannya.

Kepulangan ini tentu menghadirkan cerita tersendiri. Vanoli sebelumnya pergi setelah berhasil menyelamatkan Fiorentina, sementara klub memilih arah berbeda dengan menunjuk Grosso. Kini, setelah eksperimen tersebut hanya bertahan tiga pertandingan Serie A, Fiorentina kembali meminta bantuan kepada sosok yang sebelumnya mereka tinggalkan. Dalam sepak bola, tidak banyak hal yang lebih ironis daripada seorang pelatih yang dianggap tidak masuk rencana klub justru kembali menjadi solusi ketika rencana tersebut gagal.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Vanoli pantas mendapatkan kesempatan kedua, melainkan apakah ia mampu memaksimalkan kesempatan tersebut. Fiorentina memiliki skuad yang lebih mahal, tetapi tekanan yang juga jauh lebih besar. Tidak ada lagi alasan untuk sekadar bertahan hidup di Serie A. La Viola membutuhkan stabilitas, identitas permainan, dan hasil yang mampu mengangkat mereka dari dasar klasemen.

Vanoli sudah pernah membuktikan bahwa dirinya mampu menyelamatkan Fiorentina ketika situasi berada di titik kritis. Kini, ia mendapatkan kesempatan untuk membuktikan sesuatu yang lebih besar: bahwa keberhasilannya musim lalu bukan sekadar kebetulan. Jika ia kembali mampu mengubah arah musim Fiorentina, keputusan klub untuk memanggilnya pulang bisa dikenang sebagai salah satu keputusan paling tepat sekaligus paling ironis dalam sejarah terbaru La Viola.

Untuk sementara, satu hal sudah pasti: Paolo Vanoli kembali ke Fiorentina. Dan kali ini, ia datang bukan sebagai pilihan darurat semata, melainkan sebagai sosok yang harus membuktikan bahwa dirinya memang layak menjadi bagian dari masa depan La Viola. (Sumber: Artikel violanation.com Foto goal.com) 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet