ViolaClubINA - Kebersamaan Robin Gosens dengan Fiorentina tampaknya benar-benar berada di ujung jalan. Nama bek kiri asal Jerman itu tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan pramusim, sebuah keputusan yang semakin menguatkan spekulasi bahwa sang pemain akan segera meninggalkan Florence setelah dua musim yang penuh warna bersama La Viola.
Ketidakhadiran Gosens dalam skuad pramusim menjadi sinyal paling jelas bahwa Fiorentina tengah bersiap melakukan perombakan tim di bawah arahan pelatih anyar, Fabio Grosso. Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru, manajemen kini mulai fokus merampingkan komposisi skuad agar Grosso dapat membangun tim sesuai kebutuhan taktiknya untuk musim mendatang.
Menariknya, pemain yang masuk daftar jual bukan hanya mereka yang berstatus pelapis atau surplus pemain. Beberapa sosok senior juga mulai tersisih, dan Gosens menjadi salah satu nama paling mengejutkan. Padahal, ketika pertama kali datang dari Union Berlin pada 2024, pemain berusia 32 tahun itu langsung menjelma menjadi figur penting, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Pada musim pertamanya bersama Fiorentina, Gosens tampil luar biasa. Ia menjadi salah satu pemain paling produktif di skuad dengan torehan delapan gol dan sembilan assist, catatan impresif bagi seorang bek sayap. Kontribusinya bahkan melampaui angka statistik semata. Kepemimpinannya, pengalaman, dan mentalitasnya membuatnya menjadi salah satu tokoh sentral di ruang ganti.
Namun, musim lalu berjalan jauh lebih sulit. Penurunan performa tim secara keseluruhan turut memengaruhi permainan Gosens. Mobilitasnya yang tidak lagi secepat dulu semakin terekspos ketika lini pertahanan Fiorentina kesulitan mengimbangi serangan lawan. Situasi diperparah oleh cedera hamstring yang memaksanya absen selama hampir dua bulan.
Ketika Paolo Vanoli masih menangani tim, Gosens perlahan kehilangan tempatnya di tim utama. Posisinya mulai digantikan oleh Fabiano Parisi yang dinilai lebih dinamis dan mampu memberikan keseimbangan lebih baik bagi permainan tim. Meski demikian, Gosens tidak menunjukkan sikap kecewa atau frustrasi. Sebaliknya, ia tetap menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti, aktif memberikan dukungan dan arahan kepada rekan-rekannya dari bangku cadangan.
Karakter itulah yang membuat sosok Gosens begitu dihormati di Florence. Ketika Parisi mengalami cedera ligamen krusiat, pemain asal Jerman tersebut kembali dipercaya dan langsung tampil tanpa kehilangan pengaruhnya. Pengalaman dan jiwa kepemimpinannya menjadi salah satu faktor penting yang membantu Fiorentina keluar dari masa-masa sulit dan memastikan keselamatan mereka di Serie A.
[Baca juga : Efek Domino Fiorentina Dimulai! Setelah Beltrán, Kini Piccoli Selangkah Lagi Tinggalkan Florence]
Meski demikian, faktor teknis dan finansial tampaknya menjadi alasan utama di balik keputusan klub untuk berpisah. Gosens merupakan salah satu pemain dengan gaji tertinggi di skuad, dan karakteristik permainannya dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan tim yang ingin dibangun Grosso. Ironisnya, sang pemain sebelumnya sempat menolak tawaran dari Nottingham Forest pada bursa transfer Januari lalu karena ingin tetap bertahan dan membantu Fiorentina keluar dari ancaman degradasi.
Kini, situasinya telah berubah drastis. Klub Jerman, Schalke 04, dilaporkan menjadi peminat terdepan untuk mendapatkan tanda tangannya. Bagi Schalke yang baru kembali ke kasta tertinggi sepak bola Jerman dan tengah berusaha membangun kembali kejayaan mereka, Gosens dianggap sebagai sosok ideal berkat pengalaman dan kualitas kepemimpinannya.
Meski peluang transfer masih bisa berubah pada menit-menit terakhir, keputusan untuk tidak membawa Gosens ke pemusatan latihan menjadi pertanda kuat bahwa masa baktinya di Fiorentina hampir berakhir. Dari seorang pemain senior yang pernah menjadi andalan dan simbol perjuangan tim, kini Robin Gosens justru harus menerima kenyataan pahit sebagai pemain yang tidak lagi masuk dalam rencana klub.
Jika tidak ada kejutan, musim panas ini akan menjadi akhir dari perjalanan sang “Goose” di Florence. Dan bagi para tifosi Viola, kepergian Robin Gosens bukan sekadar kehilangan seorang bek sayap, melainkan perpisahan dengan salah satu pemimpin terakhir yang pernah berjuang mengangkat Fiorentina di masa-masa sulitnya. (Sumber: Artikel violanation.com | Foto @robingosens )






