Sign Up
Cover

Marin Pongracic, dilema harapan besar di tengah ketidakpastian 2025

ACF Fiorentina

Kamis, 2 Januari 2025

ViolaClubINA - Marin Pongracic, yang sempat dielu-elukan sebagai penerus Milenkovic, menjalani tahun 2024 dengan penuh kekecewaan. Dibelinya bek asal Kroasia ini dengan harapan besar oleh Fiorentina di musim panas lalu, tetapi justru berakhir menjadi salah satu transfer yang kurang memenuhi ekspektasi. Setelah tampil apik bersama Lecce, termasuk di panggung Eropa, Pongracic gagal bersinar di Florence, bahkan menghabiskan lebih banyak waktu di ruang perawatan dibandingkan di lapangan.

Di awal musim, pelatih Palladino langsung memberi kepercayaan penuh pada Pongracic. Namun, semuanya berubah drastis saat ia mengalami cedera panjang dalam pertandingan melawan Lazio. Sejak itu, Palladino mengubah formasi menjadi pertahanan empat bek, membuat posisi Pongracic semakin terancam. Pemain seperti Comuzzo justru semakin mengukuhkan tempatnya di lini belakang dengan performa konsisten, sementara Pongracic harus berjuang keras untuk sekadar kembali ke level kebugaran yang ideal.

Namun, bukan hanya cedera yang menjadi masalah. Mentalitas Pongracic kerap dipertanyakan. Seorang jurnalis sepak bola, Vittorio Murra, mengungkapkan bahwa sang bek sering kali dianggap “terlalu superior” terhadap lawan yang dianggapnya lebih lemah. "Ketika berhadapan dengan penyerang yang dianggap tidak terlalu berbahaya, ia sering bermain setengah hati," ujar Murra. Bahkan saat bersama Lecce, usai memastikan diri terhindar dari degradasi, ia cenderung menahan diri agar tetap fit untuk Euro. Namun strategi ini justru menjadi bumerang baginya di Fiorentina.

[Baca juga : Keberanian dan magis Fiorentina, kisah Kean dan semangat juang yang tak pernah padam]

Meski begitu, tidak semua tentang Pongracic bernuansa negatif. Pemain yang pernah memperkuat Bayern Munich di level junior ini dikenal sebagai pribadi empatik yang selalu dihormati rekan setimnya. Di Lecce, ia bahkan menjadi pemimpin alami di ruang ganti. Pengalaman hidupnya selama lockdown di Jerman juga disebut-sebut telah membuatnya lebih dewasa. Tahun 2025 bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Pongracic, asalkan ia mampu memperbaiki konsistensi dan dedikasinya di atas lapangan.

Musim lalu, Fiorentina rela menggelontorkan 15 juta euro untuk mendapatkan Pongracic. Namun, harapan besar tersebut belum terbayar. Dengan Gudmundsson yang juga belum menemukan performa puncak dan nama-nama seperti Ranieri mulai menunjukkan celah di lini belakang, kesempatan Pongracic untuk merebut kembali tempat di tim utama masih terbuka.

Apakah Pongracic mampu membuktikan diri sebagai bek tangguh yang diharapkan? Atau justru ia akan menjadi pembelian mahal yang berujung kekecewaan? Tahun 2025 akan menjadi saksi perjalanan sang bek Kroasia. Keputusan ada di tangannya: bekerja keras dan bersinar, atau tenggelam dalam bayang-bayang kegagalan. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto consiglifantacalcio.it

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet