ViolaClubINA - Fiorentina mulai memasuki babak baru di bawah arahan Fabio Grosso. Laga pramusim perdana menghadapi Gubbio memang hanya berakhir dengan kemenangan tipis 1-0, tetapi pertandingan tersebut memberikan banyak gambaran mengenai arah pembangunan skuad, potensi para pemain baru, hingga masa depan sejumlah nama yang masih menjadi bahan spekulasi di bursa transfer.
Di tengah proses pembentukan tim, kabar mengenai hengkangnya Alessandro Bianco menjadi salah satu sorotan utama. Gelandang jebolan akademi Fiorentina itu resmi bergabung dengan Modena secara permanen setelah tidak lagi masuk dalam rencana klub untuk musim ini. Keputusan tersebut meninggalkan rasa kecewa, terutama karena Bianco selama ini dikenal sebagai salah satu talenta muda yang paling menjanjikan dari sektor tengah.
Agen Bianco, Beppe Galli, mengungkapkan bahwa kepindahan kliennya bukan terjadi atas permintaan sang pemain. Menurutnya, Fiorentina yang memutuskan untuk tidak lagi memasukkan Bianco ke dalam proyek jangka panjang sehingga kedua belah pihak akhirnya sepakat berpisah. Galli bahkan menilai situasi tersebut mungkin akan berbeda apabila mendiang Joe Barone masih berada di jajaran manajemen klub. Sosok yang selama bertahun-tahun menjadi tangan kanan Rocco Commisso itu disebut selalu memberikan kepercayaan besar kepada Bianco dan diyakini akan mempertahankannya sebagai bagian penting skuad utama.
Meski demikian, pihak Bianco memilih menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Bergabung dengan Modena dipandang sebagai kesempatan baru untuk mendapatkan menit bermain secara reguler dan melanjutkan perkembangan kariernya, terlebih kesempatan bagi pemain muda Italia untuk tampil konsisten di Serie A masih tergolong terbatas.
Selain Bianco, Fiorentina juga semakin dekat dengan perpisahan bersama Antonín Barák. Gelandang asal Republik Ceko itu dikabarkan akan melanjutkan kariernya bersama APOEL Nicosia dengan status transfer permanen tanpa biaya besar, disertai klausul persentase penjualan di masa mendatang. Langkah tersebut dinilai menguntungkan Fiorentina karena mampu mengurangi beban gaji sekaligus menutup perjalanan Barák yang memang sudah tidak lagi memiliki peran signifikan dalam skuad. Meski kontribusinya beberapa musim terakhir mulai menurun, Barák tetap akan dikenang berkat sejumlah gol penting, karakter yang rendah hati, serta gaya bermain elegan yang sempat memberi warna tersendiri di lini tengah La Viola.
Sementara itu, fokus utama kini beralih kepada proyek yang sedang dibangun Fabio Grosso. Setelah kemenangan atas Gubbio, pelatih anyar Fiorentina menegaskan bahwa dirinya melihat sekelompok pemain yang memiliki tanggung jawab besar dan memahami target yang ingin dicapai musim ini. Menurut Grosso, kondisi fisik tim memang belum berada pada level ideal karena masih menjalani fase awal persiapan, sehingga setiap pertandingan pramusim dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat pemahaman taktik.
Grosso juga mengakui bahwa komposisi tim masih jauh dari kata final. Aktivitas di bursa transfer masih terus berjalan sehingga dirinya sengaja memberikan kesempatan bermain kepada banyak pemain, terutama di sektor tengah. Rotasi tersebut dilakukan agar seluruh pemain memperoleh menit bermain sekaligus memberi kesempatan kepada staf pelatih untuk mengevaluasi berbagai kombinasi yang mungkin digunakan sepanjang musim.
[Baca juga : Resmi! Fiorentina Datangkan Christ Inao Oulaï, Robin Gosens Tinggalkan Florence]
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian adalah kemunculan sejumlah wajah baru yang langsung menunjukkan kualitasnya. Atta tampil percaya diri sejak menit pertama dan menjadi motor permainan Fiorentina di lini tengah. Gelandang asal Prancis tersebut memperlihatkan visi bermain yang baik, distribusi bola yang rapi, serta kemampuan menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.
Albert Gudmundsson juga memberikan sinyal positif. Dipasang sebagai pemain sayap dalam skema 4-3-3, pemain Islandia itu menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Gubbio. Ia sempat membentur tiang gawang sebelum akhirnya mencetak satu-satunya gol melalui titik penalti yang memastikan kemenangan Fiorentina. Walaupun beberapa kali kehilangan bola, kontribusinya dalam membangun serangan menjadi salah satu catatan paling menggembirakan pada laga tersebut.
Babak kedua menghadirkan cerita yang tidak kalah menarik. Federico Croci, salah satu pemain muda yang banyak dibicarakan selama pramusim, memperlihatkan bakat besarnya melalui beberapa aksi yang menjanjikan. Nicolò Fagioli pun langsung mengambil kendali permainan di lini tengah dengan kualitas distribusi bola dan ketenangannya saat menguasai permainan. Sementara itu, Christ Inao Oulaï memang hanya memperoleh waktu bermain yang singkat, tetapi cukup untuk meninggalkan kesan positif berkat energi dan keberaniannya ketika menguasai bola.
Di balik dominasi permainan tersebut, Fiorentina masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar, yakni efektivitas penyelesaian akhir. Sepanjang pertandingan, La Viola mampu menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian di depan gawang masih jauh dari memuaskan. Moise Kean maupun Roberto Piccoli sama-sama bekerja keras membantu tim, namun keduanya beberapa kali gagal mengonversi peluang emas menjadi gol. Penampilan impresif para penjaga gawang Gubbio memang turut berperan menjaga skor tetap tipis, tetapi ketajaman lini depan jelas menjadi aspek yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai.
Nama Kean sendiri masih menjadi pusat perhatian di luar lapangan. Rumor mengenai masa depannya terus bermunculan, namun Fabio Grosso memilih bersikap tenang. Ia mengaku senang dapat kembali bekerja sama dengan sang penyerang setelah sekian lama dan berharap Kean tetap menjadi bagian dari Fiorentina. Di sisi lain, Grosso juga memahami dinamika bursa transfer. Apabila nantinya ada kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, ia menyatakan klub akan menghormati keputusan tersebut dan mendoakan yang terbaik bagi karier sang pemain.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Fiorentina masih berada dalam fase transisi yang dinamis. Beberapa pemain lama mulai meninggalkan Florence, sejumlah talenta muda mendapat kesempatan menunjukkan potensinya, sementara manajemen masih terus menyempurnakan komposisi skuad. Hasil melawan Gubbio memang belum bisa dijadikan tolok ukur kekuatan sesungguhnya, tetapi identitas permainan yang ingin dibangun Fabio Grosso mulai terlihat.
Kini tantangan berikutnya adalah mengubah dominasi permainan menjadi produktivitas di depan gawang, sembari menunggu kepastian aktivitas transfer yang masih akan membentuk wajah akhir Fiorentina musim ini. Jika para pemain muda mampu mempertahankan performanya dan para pemain senior menemukan kembali ketajamannya, La Viola memiliki modal yang cukup menjanjikan untuk menghadapi musim yang diprediksi akan berlangsung panjang dan penuh tantangan. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina )






