Sign Up
Cover

Hujan Gol dan Drama Penalti di Milan! Fiorentina Primavera Tumbang Heroik 3-4 dari Atalanta dalam Laga Supercoppa yang Menguras Emosi

ACF Fiorentina Primavera

Kamis, 10 September 2026

ViolaClubINA - Arena Civica Gianni Brera di Milano menjadi saksi bisu pertarungan spektakuler nan menguras emosi dalam panggung perebutan trofi Supercoppa Primavera. Laga pamungkas yang mempertemukan Fiorentina selaku juara bertahan Serie A Primavera melawan Atalanta sebagai kampiun Coppa Italia Primavera ini menyajikan drama sepak bola usia muda dengan tensi yang sangat tinggi. Skuad muda La Viola asuhan Alessio Aliboni tampil pantang menyerah dan memperagakan aksi saling kejar angka yang sangat menghibur. Namun, setelah berjuang habis-habisan hingga detik terakhir, anak-anak muda Firenze harus merelakan trofi bergengsi tersebut melayang ke tangan sang rival usai menyudahi pertempuran sengit dengan skor tipis 3-4.

Sejak peluit pertama dibunyikan, jalannya pertandingan langsung berada dalam tempo tinggi dengan intensitas serangan bergelombang dari kedua kubu. Atalanta berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-15 setelah Colombo memanfaat kelengahan barisan pertahanan La Viola dengan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Fiorentina, Fei. Tertinggal satu gol tidak membuat mental bertanding anak-asuh Alessio Aliboni runtuh. Fiorentina langsung merespons dengan meningkatkan tekanan ke jantung pertahanan lawan dan menciptakan beberapa peluang emas, salah satunya melalui aksi Mazzeo. Kendati terus menekan, keunggulan satu gol bagi Atalanta tetap bertahan hingga babak pertama usai.

[Baca juga : Paolo Vanoli Kembali ke Fiorentina: Mengapa Juru Selamat Musim Lalu Belum Tentu Bisa Mengulang Mukjizatnya? (Part II)]

Tensi pertandingan benar-benar meledak begitu memasuki babak kedua yang berubah menjadi panggung hujan gol penuh emosi. Hanya tiga menit selepas jeda babak pertama, babak pertempuran kembali membara saat Mazzeo sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan bola rebound. Namun, kegembiraan kubu Firenze tak bertahan lama karena Perillo langsung membawa Atalanta kembali unggul 2-1 lewat sundulan tajam hanya dua menit berselang. Reaksi cepat dan berani kembali ditunjukkan Fiorentina saat kerja sama apik Jallow berhasil dituntaskan secara dingin oleh Bonanno pada menit ke-52, membuat papan skor kembali berimbang 2-2 dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit awal babak kedua.

Momentum kebangkitan sebenarnya berada sepenuhnya di tangan Fiorentina ketika pelanggaran terhadap Forte menghasilkan hadiah penalti pada menit ke-70. Petaka justru menghampiri La Viola ketika eksekusi penalti Jallow yang dipercaya sebagai algojo hanya membentur keras mistar gawang dan menghapus peluang emas untuk membalikkan keadaan. Kegagalan titik putih ini menjadi titik balik krusial yang dibayar sangat mahal. Atalanta langsung mengambil alih kendali permainan dan mencetak dua gol tambahan secara beruntun. Gol ketiga Atalanta berawal dari situasi malang ketika Forte yang berniat menyapu bola justru mencetak gol bunuh diri pada menit ke-78, disusul eksekusi tendangan bebas terukur Cakolli pada menit ke-81 yang memperlebar jarak menjadi 4-2.

Kendati tertinggal dua gol di waktu yang semakin sempit, anak-anak muda Firenze menolak menyerah begitu saja dan terus mengurung pertahanan lawan. Perjuangan pantang menyerah tersebut berbuah manis pada menit ke-90 ketika Forte membayar tuntas kesalahannya lewat tembakan roket melengkung spektakuler menuju pojok atas gawang Atalanta. Gol indah yang memperkecil kedudukan menjadi 3-4 tersebut membakar semangat para pemain La Viola untuk melancarkan serangan bertubi-tubi pada masa injury time. Meski terus membombardir lini pertahanan Atalanta hingga peluit panjang dibunyikan, Fiorentina harus mengakhiri perlawanan heroik ini dengan kepala tegak. Kekalahan tipis yang menyakitkan ini menjadi pelajaran berharga dan modal berharga bagi proses regenerasi La Viola dalam menatap kompetisi musim baru. (Sumber: Artikel-Foto acffiorentina.com) 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet