ViolaClubINA - Musim 2025–2026 menjadi periode paling menantang bagi ACF Fiorentina, yang tengah terperosok di dasar klasemen Serie A dan menghadapi banyak tekanan dari hasil buruk serta kritik publik. Sejak penunjukan Paolo Vanoli sebagai pelatih pada awal November menggantikan Stefano Pioli, situasi di klub yang berjuluk La Viola ini belum membaik secara signifikan. Vanoli, mantan pemain Fiorentina yang kini menukangi tim di era sulit, menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan semangat juara dalam skuad yang kurang konsisten.
Dalam beberapa pernyataannya baru-baru ini, Vanoli tidak menutup mata terhadap realitas timnya. Ia menilai bahwa performa tim sering kali tidak menunjukkan semangat juang yang diperlukan untuk bersaing di kompetisi tinggi seperti Serie A dan Conference League. Vanoli secara tegas menyatakan bahwa mereka harus menyaring siapa saja yang tidak mau berjuang untuk klub ini, dan pada Januari mendatang akan jadi momen bagi Fiorentina untuk menilai siapa yang benar-benar ingin berkontribusi demi tujuan bersama.
Hasil pertandingan pun mencerminkan kekhawatiran tersebut. Dalam kekalahan di Conference League yang membuat Fiorentina hanya lolos ke play-off, Vanoli mengakui tim tampil buruk karena memikirkan laga liga berikutnya melawan Udinese. Ia menegaskan bahwa saat ini semua pemain harus memberikan segala daya demi membalikkan keadaan dan keluar dari tren negatif.
[Baca juga : UECL 25/26 Group Play-Off vs Lausanne (1-0)]
Vanoli juga tidak ragu untuk mengambil tanggung jawab atas hasil buruk itu sekaligus menyatakan bahwa ia kecewa dan khawatir dengan performa saat ini. Ia menyebutkan bahwa meski secara teoritis kemenangan di laga tertentu mungkin tidak mengubah posisi turnamen, yang paling penting adalah reaksi nyata dari para pemain di lapangan.
Tekanan semakin besar karena musim ini Fiorentina hanya meraih sedikit kemenangan sejak Vanoli mengambil alih, sementara performa di Serie A tetap mengkhawatirkan. Situasi ini membuat pergantian personel di bursa transfer Januari menjadi opsi nyata jika tidak ada perubahan signifikan. Vanoli sendiri tidak merahasiakan keinginannya untuk “menciptakan sesuatu yang berbeda” dalam upaya membebaskan mental para pemain dari beban dan rasa takut yang terlihat di beberapa laga terakhir.
Di tengah turbulensi ini, Vanoli terus menekankan pentingnya institusi tim: tantangan yang dihadapi bukan sekadar tentang taktik, tetapi juga soal komitmen dan karakter tim. Ia berharap bahwa pergantian sikap dan performa akan datang lebih cepat daripada nanti, karena dalam sepak bola, hasil dan semangat juang adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. (Sumber: Artikel football-italia.net | Foto football-italia.net)






