ViolaClubINA - Musim yang penuh penderitaan akhirnya membawa ACF Fiorentina selamat dari ancaman degradasi. Namun, keberhasilan bertahan di Serie A justru membuka babak baru yang jauh lebih rumit. Di balik status aman secara matematis, klub asal Florence itu kini menghadapi krisis identitas, ketidakjelasan arah manajemen, hingga ancaman perombakan besar-besaran dalam skuad. Banyak pihak menilai musim buruk ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan akumulasi dari kesalahan pengelolaan dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah ketidakpastian tersebut, hanya segelintir pemain yang dianggap layak menjadi fondasi untuk membangun ulang tim. Nama David de Gea masih dipercaya sebagai sosok penting di bawah mistar meski performanya dinilai menurun dibanding musim-musim terbaiknya. Kiper asal Spanyol itu bahkan dikabarkan masih ingin bertahan di Florence. Selain itu, Nicolò Fagioli juga dianggap sebagai pusat permainan masa depan Fiorentina. Gelandang muda tersebut dinilai memiliki kualitas teknik yang jauh di atas rekan-rekannya dan berhasil menjadi titik perubahan taktik tim sejak akhir tahun lalu.
Beberapa nama lain seperti Rolando Mandragora dan Luca Ranieri diperkirakan masih akan bertahan, meski mungkin tidak lagi menjadi pemain utama. Keduanya dianggap masih memiliki nilai sebagai pemain pelapis yang cukup dapat diandalkan. Sementara itu, Fabiano Parisi menjadi salah satu sedikit pemain yang tampil konsisten musim ini. Fleksibilitas dan etos kerjanya membuatnya bahkan sempat menjadi opsi terbaik di sektor sayap serang.
Di sisi lain, Fiorentina juga menghadapi dilema finansial yang tidak ringan. Klub sudah mengeluarkan sekitar 25 juta euro untuk mempermanenkan Marco Brescianini dan Giovanni Fabbian. Namun, kontribusi keduanya belum benar-benar memuaskan. Situasi ini semakin sulit karena Fiorentina diperkirakan kehilangan pemasukan besar akibat gagal tampil di kompetisi Eropa, ditambah beban pembangunan stadion yang terus berjalan.
Persoalan terbesar justru muncul di lini depan. Moise Kean yang sebelumnya diharapkan menjadi simbol kebangkitan tim kini justru mendapat kritik keras. Banyak pengamat menilai sang striker lebih mementingkan dirinya sendiri dibanding tim, terutama dalam momen-momen krusial musim ini. Meski begitu, Kean tetap menjadi aset paling realistis untuk dijual demi mendapatkan dana segar. Situasi serupa juga dialami Roberto Piccoli dan Albert Gudmundsson yang gagal memenuhi ekspektasi meski didatangkan dengan biaya besar.
[Baca juga : Fiorentina Diserang dari Segala Arah! Transfer Aneh, Gaji Fantastis, hingga Klub Disebut Kehilangan Jati Diri]
Kondisi lini belakang pun tidak kalah mengkhawatirkan. Marin Pongračić yang awalnya diproyeksikan menjadi pemimpin pertahanan ternyata dinilai kurang konsisten secara mental maupun performa. Sementara itu, masa depan Dodô dan Robin Gosens juga belum jelas setelah performa keduanya menurun drastis sepanjang musim. Nama Pietro Comuzzo bahkan disebut mengalami “kehancuran performa” dan disarankan untuk mencari suasana baru demi menyelamatkan kariernya.
Tidak hanya masalah pemain, ketidakjelasan juga menyelimuti kursi pelatih dan struktur manajemen klub. Nama Fabio Grosso dan Daniele De Rossi disebut-sebut menjadi kandidat kuat pelatih baru. Sementara itu, direktur olahraga Fabio Paratici kini menjadi sosok sentral yang dipercaya untuk membangun ulang Fiorentina. Meski demikian, rumor kepindahannya ke klub lain mulai membuat situasi semakin tidak stabil.
Mantan direktur Fiorentina, Oreste Cinquini, secara terbuka meminta keluarga Commisso memberikan kejelasan mengenai masa depan klub. Ia menilai kepemimpinan klub selama ini terlalu jauh dari realitas di Florence. Kritik serupa juga datang dari banyak mantan pemain dan pengamat yang menilai Fiorentina kehilangan jiwa, karakter, serta identitas permainan.
Legenda klub seperti Luca Toni menilai Fiorentina seharusnya membangun proyek jangka panjang bersama Paratici. Sementara itu, analis senior Alberto Polverosi menegaskan bahwa masalah utama Fiorentina bukan sekadar memilih pemain baru, tetapi menentukan arah dan filosofi klub secara keseluruhan.
Musim depan diprediksi menjadi titik paling menentukan bagi Fiorentina dalam beberapa tahun terakhir. Setelah menghabiskan lebih dari 120 juta euro tanpa hasil memuaskan, tekanan terhadap manajemen akan semakin besar. Para pendukung mulai kehilangan kesabaran dan menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar pergantian nama di bangku cadangan atau ruang ganti. Jika tidak segera menemukan arah yang jelas, Fiorentina berisiko kembali terjebak dalam musim penuh kekacauan seperti yang baru saja mereka lalui. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina)






