ViolaClubINA - Fiorentina Primavera kembali akan mencicipi persaingan UEFA Youth League untuk musim 2026/27. Berstatus sebagai juara Primavera 1 musim 2025/26, La Viola berhak tampil di kompetisi antarklub Eropa bagi para pemain muda untuk tahun kedua secara beruntun.
Musim lalu, langkah Fiorentina Primavera di UEFA Youth League harus terhenti lebih awal setelah melewati pertandingan dramatis melawan Legia Warszawa. Fiorentina kalah telak 1-4 pada leg pertama di Polandia, sebelum mencoba melakukan comeback pada pertandingan kedua di Rocco B. Commisso Viola Park. Meski mampu menang 3-2, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan sehingga Fiorentina tersingkir pada putaran pertama.
Pada musim ini, Fiorentina mendapatkan keuntungan dengan langsung masuk ke Round 2 UEFA Youth League. Tim asuhan Aurelio Andreazzoli akan menghadapi wakil Bulgaria, PFC Septemvri Sofia, dalam dua pertandingan yang akan menentukan tiket menuju babak berikutnya.
Leg pertama dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Rocco B. Commisso Viola Park. Fiorentina akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu sebelum bertandang ke Bulgaria untuk melakoni leg kedua pada 4 November 2026. Jadwal kick-off untuk kedua pertandingan tersebut masih akan diumumkan kemudian.
Pertemuan dengan Septemvri Sofia tentu menjadi tantangan baru bagi skuad muda Fiorentina. Sebagai juara Italia musim lalu, Andreazzoli dan anak asuhnya memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa keberhasilan meraih Scudetto bukan sekadar pencapaian domestik, tetapi juga menjadi modal untuk bersaing di level Eropa.
Namun, sebelum memikirkan perjalanan di UEFA Youth League, Fiorentina Primavera masih memiliki pekerjaan rumah di kompetisi domestik. Awal perjalanan mereka di Primavera 1 musim 2026/27 justru berjalan kurang ideal setelah menelan kekalahan tipis dari Hellas Verona.
Bermain di Rocco B. Commisso Viola Park, stadion yang beberapa bulan sebelumnya menjadi saksi ketika Fiorentina Primavera mengangkat trofi Scudetto keempat dalam sejarah klub, La Viola harus menyerah dengan skor 0-1. Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan karena Fiorentina sebenarnya tampil cukup agresif pada babak pertama.
Mazzeo sempat memperoleh peluang emas ketika berhadapan langsung dengan penjaga gawang Verona, Borghi. Namun, sang penyerang gagal menaklukkan kiper lawan dalam situasi satu lawan satu. Kapten Turnone juga hampir membuka keunggulan melalui tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti, tetapi usahanya masih mampu dibelokkan Borghi hingga membentur mistar gawang.
[Baca juga : Fiorentina Datangkan Empat Pemain Sekaligus: Beto, Gnonto, dan Njie Resmi Jadi Skuad Viola]
Verona kemudian memberikan ancaman serius pada awal babak kedua. De Rossi melepaskan tembakan dari sudut yang nyaris mustahil dan bola menghantam pertemuan antara mistar dan tiang gawang Fiorentina yang dikawal Magalotti. Situasi tersebut menjadi peringatan bagi lini belakang tuan rumah.
Andreazzoli mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain dari bangku cadangan. Namun, Fiorentina kesulitan menemukan celah di pertahanan Verona yang tampil semakin rapat setelah turun minum. Serangan La Viola pun tidak mampu menghasilkan gol hingga pertandingan memasuki fase akhir.
Petaka akhirnya datang pada menit ke-79. Verona mendapatkan sepak pojok yang dieksekusi Peci dengan arah tajam ke tiang dekat. Bola kemudian mengenai Atzeni yang baru masuk sebagai pemain pengganti dan berubah arah sebelum meluncur ke bawah mistar gawang Fiorentina. Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri Atzeni sekaligus menjadi penentu kemenangan 1-0 bagi Verona.
Fiorentina berusaha memberikan respons pada menit-menit terakhir. Namun, pertahanan Verona mampu bertahan dengan disiplin dan mengamankan tiga poin dari markas sang juara Italia. Hasil tersebut membuat Fiorentina harus segera bangkit setelah hanya mengoleksi hasil imbang pada laga pembuka musim di pertandingan tandang.
Kekalahan dari Verona menjadi pengingat bahwa status sebagai juara bertahan tidak otomatis membuat perjalanan Fiorentina Primavera musim ini berjalan mudah. Andreazzoli masih memiliki waktu untuk membenahi efektivitas serangan sekaligus menjaga konsentrasi lini belakang sebelum timnya memasuki rangkaian pertandingan yang lebih padat.
Laga berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Fiorentina untuk meraih kemenangan perdana di Primavera 1 musim ini. La Viola dijadwalkan bertandang menghadapi Genoa pada Sabtu, 5 September 2026. Pertandingan tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus membangun fondasi sebelum memasuki persaingan UEFA Youth League.
Dengan tiket Round 2 UEFA Youth League sudah berada di tangan, Fiorentina Primavera memiliki target yang lebih besar dibandingkan musim lalu. Jika mampu memperbaiki performa di kompetisi domestik dan tampil lebih matang di level Eropa, bukan tidak mungkin perjalanan mereka kali ini akan berlangsung jauh lebih panjang.
Bagi para pemain muda Fiorentina, duel kontra Septemvri Sofia bukan sekadar pertandingan Eropa. Dua laga tersebut akan menjadi ujian sejauh mana skuad juara Italia mampu menerjemahkan keberhasilan domestik ke panggung internasional. Setelah pengalaman pahit musim lalu, La Viola kini memiliki kesempatan untuk menulis cerita yang berbeda di UEFA Youth League 2026/27. (Sumber: Artikel acffiorentina.com Foto @acffiorentina)






