ViolaClubINA - Musim centenario seharusnya menjadi momen penuh kebanggaan bagi Fiorentina. Namun kenyataannya, klub asal Florence itu justru menjalani salah satu musim paling sulit dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman degradasi sempat menghantui La Viola sejak awal kompetisi, membuat suasana tim dipenuhi tekanan dan pesimisme. Kini, setelah perlahan menjauh dari zona berbahaya, Fiorentina akhirnya berada di ambang keselamatan. Meski begitu, berbagai pertanyaan besar mengenai masa depan klub mulai bermunculan.
Legenda Fiorentina, Giancarlo Antognoni, mengakui bahwa musim ini jauh dari kata ideal untuk dirayakan sebagai tahun bersejarah klub. Menurutnya, situasi Fiorentina kini memang lebih tenang dibanding awal musim, tetapi keberhasilan bertahan di Serie A bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Ia menilai para pendukung tentu belum merasa puas dan sudah mulai memikirkan bagaimana wajah Fiorentina pada musim mendatang.
Antognoni juga menanggapi rumor mengenai kemungkinan Fabio Grosso menjadi pelatih Fiorentina. Ia mengakui bahwa Grosso merupakan salah satu pelatih muda terbaik yang sedang berkembang di Italia setelah menunjukkan performa positif bersama Sassuolo. Namun, Antognoni belum yakin apakah Fiorentina benar-benar membutuhkan sosok baru lagi di kursi kepelatihan. Menurutnya, Paolo Vanoli sejauh ini sudah memberikan hasil yang cukup baik dengan membawa perubahan signifikan dalam performa tim. Raihan poin yang diperoleh Vanoli dianggap menjadi bukti bahwa ia mampu mengangkat kondisi Fiorentina dari keterpurukan.
Sementara itu, nama Fabio Paratici juga terus menjadi sorotan. Direktur olahraga Fiorentina tersebut sempat dikabarkan diminati AS Roma. Akan tetapi, jurnalis senior sekaligus Direktur Corriere dello Sport, Ivan Zazzaroni, membantah rumor tersebut. Ia menegaskan bahwa Paratici tetap fokus membangun Fiorentina dan diyakini akan bertahan di klub. Bahkan, Zazzaroni mengungkapkan bahwa target utama Paratici saat ini adalah mempertahankan Vanoli sebagai pelatih Fiorentina untuk musim depan.
Paratici sendiri baru-baru ini menyampaikan kritik keras terhadap kondisi sepak bola Italia. Dalam sebuah diskusi mengenai pengembangan pemain muda, ia mengaku kecewa dengan perkembangan sepak bola negaranya. Menurutnya, Italia belum melakukan cukup banyak hal untuk bersaing di level tertinggi dunia. Ia menyoroti pentingnya pembinaan usia muda, metode latihan modern, pengembangan infrastruktur, hingga pembentukan karakter pemain sejak dini.
Paratici juga menilai bahwa sepak bola Italia terlalu sering hanya fokus pada aspek teknik dan fisik pemain. Padahal, faktor kecerdasan, mentalitas, dan kepribadian juga sangat menentukan perkembangan seorang pesepak bola. Ia mencontohkan bagaimana negara seperti Spanyol dan Portugal mampu terus menghasilkan pemain berkualitas karena memiliki sistem pembinaan yang lebih matang dan berkelanjutan.
[Baca juga : Data Bicara! Rapor Lengkap Skuad Fiorentina: Siapa Layak Dipertahankan, Siapa Harus “Angkat Kaki”?]
Di sisi lain, masa depan beberapa pemain penting Fiorentina juga mulai diperbincangkan. Mantan kiper Fiorentina, Gianmatteo Mareggini, menyebut David De Gea sebagai sosok mewah bagi skuad La Viola saat ini. Ketertarikan Juventus terhadap penjaga gawang asal Spanyol tersebut dianggap sebagai bukti kualitasnya yang masih berada di level tertinggi. Mareggini menegaskan bahwa jika Fiorentina ingin kembali bersaing di papan atas dan menembus kompetisi Eropa, klub harus mampu mempertahankan pemain-pemain kunci seperti De Gea dan Moise Kean.
Mareggini juga memberikan pandangannya mengenai kiper muda Martinelli yang saat ini menjalani masa peminjaman bersama Sampdoria. Ia menilai Fiorentina sebaiknya memperpanjang masa peminjaman tersebut agar sang pemain mendapat lebih banyak pengalaman bermain sebelum kembali ke klub utama.
Komentar menarik lainnya datang dari jurnalis Sky Sport, Alessandro Bonan. Ia mengaku sempat benar-benar yakin Fiorentina akan terdegradasi pada awal musim. Menurut Bonan, tim saat itu terlihat kehilangan arah, kehilangan semangat, bahkan atmosfer stadion turut mencerminkan keterpurukan klub. Namun perlahan, Vanoli berhasil membangun kembali mentalitas tim dan menghadirkan identitas permainan yang lebih jelas.
Meski Fiorentina belum sepenuhnya aman, Bonan menilai perubahan terbesar yang dibawa Vanoli adalah mengembalikan harga diri dan semangat juang tim. Fiorentina mungkin belum tampil memukau, tetapi setidaknya kembali bermain sebagai sebuah tim yang memiliki karakter dan tujuan jelas di lapangan.
Kini, setelah berhasil keluar dari periode kelam, Fiorentina menghadapi tantangan baru yang tidak kalah penting: membangun ulang tim untuk musim depan. Masa depan Vanoli, Paratici, De Gea, hingga proyek pemain muda akan menjadi penentu apakah La Viola bisa kembali bersaing di papan atas Serie A atau justru kembali terjebak dalam krisis yang sama.(Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina)






