ViolaClubINA - Fiorentina dikabarkan semakin dekat untuk menunjuk Fabio Grosso sebagai pelatih baru mereka musim depan. Direktur olahraga La Viola, Fabio Paratici, disebut telah memasuki tahap akhir negosiasi dengan mantan pelatih Sassuolo tersebut setelah komunikasi intens berlangsung lebih dari dua bulan terakhir. Situasi ini semakin menguatkan sinyal berakhirnya era Paolo Vanoli di Firenze.
Paratici sengaja menunggu kompetisi Serie A selesai sebelum memulai pembicaraan final bersama Grosso. Sejak awal, hubungan keduanya memang sudah terjalin cukup erat. Bahkan, Paratici disebut telah mendapatkan semacam “gentleman agreement” dari Grosso untuk memprioritaskan Fiorentina sebagai tujuan karier berikutnya. Kini pembahasan sudah masuk ke tahap teknis, mulai dari proyek permainan, kebutuhan pemain, hingga detail kontrak jangka panjang yang kemungkinan berdurasi tiga tahun.
Fiorentina ingin membangun identitas baru dengan gaya bermain modern, agresif, dinamis, dan berani menekan lawan. Konsep tersebut mirip dengan model permainan Como yang musim ini sukses menarik perhatian berkat kombinasi pemain muda bertalenta hasil scouting internasional serta pengembangan pemain akademi. Grosso dinilai sebagai sosok ideal karena memiliki filosofi sepak bola yang sejalan dengan visi Paratici. Klub ingin meninggalkan pendekatan sepak bola lama yang dianggap აღარ relevan dengan perkembangan sepak bola Eropa saat ini.
Saat ini Grosso masih terikat kontrak bersama Sassuolo hingga 2027. Namun hubungan baik antara Grosso dan manajemen Sassuolo diyakini dapat mempermudah proses negosiasi. Fiorentina kemungkinan perlu memberikan kompensasi teknis atau melibatkan pemain dalam kesepakatan, termasuk membuka peluang pembicaraan mengenai winger Sassuolo, Armand Laurienté.
[Baca juga : Fiorentina Memanas! Dodô Beri “Kode” ke AS Roma, Vanoli Ultimatum Manajemen La Viola ]
Secara finansial, Grosso saat ini menerima gaji sekitar 500 ribu euro per musim di Sassuolo. Fiorentina diperkirakan siap menggandakan nominal tersebut dengan tambahan bonus berdasarkan pencapaian tim. Langkah ini menunjukkan keseriusan klub dalam memulai proyek jangka panjang yang lebih kompetitif.
Karier kepelatihan Grosso sendiri dinilai terus berkembang. Setelah memulai perjalanan sebagai pelatih akademi Juventus FC Primavera, ia berhasil membangun reputasi sebagai pelatih yang piawai mengembangkan pemain muda. Salah satu nama yang pernah berkembang di bawah arahannya adalah Moise Kean. Bersama Grosso di level junior Juventus, Kean mencatat kontribusi impresif melalui gol dan assist yang memperkuat reputasinya sebagai talenta masa depan Italia.
Selain dikenal mampu mengembangkan pemain muda, Grosso juga memiliki rekam jejak membawa tim promosi ke Serie A bersama Frosinone Calcio dan US Sassuolo Calcio. Meski sempat mengalami periode sulit saat menangani Olympique Lyonnais, pengalaman tersebut dianggap membuatnya semakin matang sebagai pelatih.
Di sisi lain, Fiorentina ternyata juga sempat dikaitkan dengan beberapa nama lain. Igor Tudor disebut masuk radar berkat hubungan baiknya dengan Paratici sejak sama-sama bekerja di Juventus era Andrea Pirlo. Namun hingga kini, Grosso tetap menjadi kandidat terkuat untuk memimpin proyek baru La Viola.
Sementara itu, dinamika kursi pelatih juga terjadi di klub lain. AC Milan dilaporkan mulai mempertimbangkan Andoni Iraola sebagai calon pengganti Massimiliano Allegri setelah performa Rossoneri mengalami penurunan drastis pada akhir musim ini. Kini semua mata tertuju pada Firenze. Jika kesepakatan benar-benar tercapai, maka kedatangan Fabio Grosso bisa menjadi awal revolusi besar Fiorentina menuju era baru yang lebih modern, berani, dan penuh talenta muda. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @lesfansdelol )






