Sign Up
Cover

Fiorentina Diserang dari Segala Arah! Transfer Aneh, Gaji Fantastis, hingga Klub Disebut Kehilangan Jati Diri

ACF Fiorentina

Selasa, 12 Mei 2026

ViolaClubINA Situasi di tubuh ACF Fiorentina kembali menjadi sorotan tajam setelah agen pemain Vincenzo Raiola dan mantan raja paparazzi Italia, Fabrizio Corona, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan transfer klub asal Firenze tersebut. Dalam sebuah podcast di YouTube berjudul Falsissimo, keduanya menilai Fiorentina melakukan banyak keputusan yang dinilai tidak masuk akal, khususnya pada era kepemimpinan mantan direktur olahraga Daniele Pradè.

Raiola menyebut situasi Fiorentina mulai kacau setelah meninggalnya Joe Barone. Menurutnya, klub nyaris terdegradasi akibat sederet keputusan transfer yang dianggap tidak memiliki arah jelas. Ia juga menyoroti peran agen pemain Alessandro Lucci yang dinilai terlalu dominan dalam urusan transfer penyerang ke Fiorentina. Raiola mempertanyakan bagaimana satu agen bisa memiliki tiga penyerang dalam satu tim, yakni Moise Kean, Edin Džeko, dan Roberto Piccoli.

Menurut Raiola, keberhasilan Kean pada musim sebelumnya membuat Lucci memiliki pengaruh besar di internal klub. Situasi itu disebut berujung pada kenaikan klausul pelepasan sang pemain dan pemberian gaji fantastis mencapai 4 juta euro per musim, angka yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya di Fiorentina pada masa Joe Barone. Sebelumnya, klub hanya berani memberikan gaji maksimal sekitar 2 hingga 2,5 juta euro kepada pemainnya. Raiola menilai kondisi tersebut sebagai sesuatu yang “aneh” dan sulit dipahami.

Kritik semakin panas ketika Fabrizio Corona ikut menanggapi transfer Roberto Piccoli dari Cagliari Calcio dengan nilai mencapai 27 juta euro. Corona secara terang-terangan mempertanyakan kualitas sang pemain dan menganggap transfer tersebut terlalu mahal. Ia bahkan menyindir usia Džeko yang sudah tidak muda lagi namun tetap didatangkan sebagai bagian dari proyek klub.

Di sisi lain, Fiorentina juga resmi mengakhiri kontrak Tariq Lamptey. Perekrutan pemain asal Ghana itu kini dianggap sebagai salah satu transfer paling gagal musim ini. Lamptey didatangkan dengan biaya sekitar 6 juta euro, namun hanya bermain selama 25 menit sebelum mengalami cedera ligamen lutut saat menghadapi Como 1907 pada September lalu. Selama delapan bulan berada di Florence, Lamptey disebut menerima gaji sekitar 800 ribu euro. Jika dihitung secara keseluruhan, Fiorentina dikabarkan menghabiskan lebih dari 272 ribu euro untuk setiap menit yang dimainkan sang pemain di lapangan.

[Baca juga : “Diselamatkan di Detik Terakhir!” Pengakuan Jujur Pongracic Usai Fiorentina Lolos dari Ancaman Degradasi]

Kekecewaan suporter Fiorentina juga semakin besar setelah klub hanya mampu bertahan di Serie A tanpa menunjukkan performa meyakinkan sepanjang musim. Banyak pihak menilai permainan tim sangat membosankan dan kehilangan identitas. Kritik tajam bahkan diarahkan kepada pemilik klub, Rocco Commisso, yang dianggap belum memahami arti penting Fiorentina bagi kota Florence dan para tifosi.

Jurnalis sekaligus pendukung Fiorentina, Marco Bucciantini, turut memberikan pandangannya terkait situasi klub. Ia menilai suporter terlalu mudah menyalahkan pelatih Paolo Vanoli, padahal sang pelatih berhasil menyelamatkan Fiorentina dari ancaman degradasi di tengah kondisi skuad yang penuh masalah. Bucciantini juga menyebut atmosfer antara tim dan suporter kini terasa terputus, termasuk minimnya reaksi terhadap keputusan kontroversial wasit saat laga melawan Genoa CFC.

Sementara itu, masa depan Daniele Rugani juga masih menggantung. Bek milik Juventus FC tersebut membutuhkan dua penampilan tambahan untuk memenuhi syarat bertahan permanen di Fiorentina. Namun hingga kini, manajemen klub belum memberikan kepastian apa pun kepada pemain maupun agennya terkait rencana musim depan.

Kondisi yang terjadi membuat Fiorentina kini dianggap sedang berada di titik paling mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya persoalan hasil di lapangan, tetapi juga arah kebijakan klub yang dinilai semakin tidak jelas dan jauh dari identitas asli mereka sebagai salah satu klub besar Italia. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto football-italia.net

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet