ViolaClubINA - Musim 2025–2026 menjadi salah satu periode paling menantang bagi ACF Fiorentina, diwarnai oleh hasil buruk, kritik publik, dan kebutuhan mendalam untuk bangkit bersama. Baru-baru ini, gelandang Rolando Mandragora menjadi sorotan setelah sebuah kejadian yang disalahpahami oleh sebagian penggemar dalam pertandingan Conference League melawan Lausanne-Sport. Saat masuk sebagai pemain pengganti, Mandragora mencoba menyerahkan fascia kapten kepada wakil kapten Pablo Marí, namun karena terburu-buru, gelang tersebut terjatuh terlebih dahulu sebelum akhirnya diserahkan dengan benar. Mandragora dengan tegas membantah tudingan yang menyatakan dia membuang gelang itu secara sengaja, menegaskan bahwa ia sangat menghormati simbol kapten dan tidak pernah berniat menunjukkan rasa tidak hormat kepada klub atau para pendukung. Pernyataan ini sekaligus mencerminkan tekanan besar yang dirasakan tim di luar dan di dalam lapangan saat ini.
Permasalahan di Fiorentina tak hanya soal kontroversi semata, tetapi juga tentang mentalitas tim yang tengah diuji. Simon Sohm, gelandang baru klub yang diboyong dari Parma, berbicara jujur mengenai situasi sulit yang tengah dihadapi skuad. Menurut Sohm, suasana di dalam tim saat ini terasa berat, dan ia menyerukan perlunya persatuan serta perubahan cara berpikir. Ia menyampaikan bahwa mereka harus menemukan energi baru dan kebersamaan, karena posisi Fiorentina di klasemen yang rendah bukanlah sesuatu yang biasa bagi klub sekelas La Viola. Seruan Sohm ini mencerminkan keresahan para pemain yang ingin segera keluar dari periode negatif ini demi masa depan klub.
[Baca juga : Gelombang Krisis Fiorentina: Vanoli Tegaskan Harus Ada yang Reaksi atau Pergi]
Di samping dinamika internal, rumor pasar transfer juga turut menghiasi pemberitaan seputar Fiorentina. Klub Serie A besar lainnya, Inter Milan, dikabarkan memasukkan bek sayap Fiorentina, Dodo, dalam daftar target mereka menyusul ketidakpastian masa depan Denzel Dumfries akibat cedera panjang. Meskipun belum ada negosiasi resmi yang diumumkan, minat Inter menunjukkan bahwa performa individu pemain Fiorentina tetap menarik perhatian klub lain, sekaligus memberi tekanan tambahan pada La Viola untuk mempertahankan pemain kunci di tengah gejolak musim ini.
Secara keseluruhan, Fiorentina berada di persimpangan jalan: upaya untuk menjelaskan kejadian-kejadian yang disalahpahami, panggilan untuk persatuan tim, serta sorotan dari klub pesaing di bursa transfer. Semua ini menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang bagaimana klub berjuang untuk kembali ke performa puncaknya, baik di Liga Italia maupun kompetisi Eropa, sambil mempertahankan identitas dan kehormatan yang melekat pada warna ungu kebanggaan mereka. (Sumber: Artikel football-italia.net | Foto football-italia.net)






