Sign Up
Cover

Fiorentina dan Era Paratici: Mengapa Giuseppe Commisso Berani Menggelontorkan Uang Sebanyak Ini? (Part II)

ACF Fiorentina

Sabtu, 12 September 2026

ViolaClubINA - Melanjutkan pembahasan pada Part 1, setelah menghabiskan sekitar €150 juta pada musim panas 2026, Fiorentina kini memiliki skuad baru dengan banyak pemain muda dan potensial. Namun, jika dibandingkan dengan transfer era sebelumnya, apakah kebijakan Fabio Paratici benar-benar lebih baik?

Untuk menilai apakah mercato Fiorentina di bawah Fabio Paratici efektif atau tidak, membandingkan angka belanja saja tidak cukup. Kita harus melihat jenis pemain yang dibeli, harga yang dibayarkan, kebutuhan yang ingin ditutup, serta kemungkinan nilai pemain tersebut di masa depan. Jika menggunakan parameter tersebut, mercato Fiorentina dapat dibaca melalui beberapa lapisan.

8. Moise Kean adalah Standar yang Sulit Ditandingi

Sebelum menilai pemain baru Paratici, ada baiknya melihat terlebih dahulu standar yang sudah dibuat oleh Daniele Pradè. Moise Kean datang ke Fiorentina pada musim panas 2024 dengan biaya awal sekitar €13 juta plus bonus. Pada musim pertamanya, ia mencetak 19 gol di Serie A dan menjadi salah satu penyerang terbaik kompetisi tersebut. Bahkan, ketika Fiorentina kemudian menghadapi kemungkinan kehilangan Kean, muncul pembicaraan mengenai nilai transfer yang jauh lebih besar daripada harga pembeliannya.

Transfer seperti ini adalah definisi dari value. Fiorentina membeli pemain yang membutuhkan kebangkitan karier, memberikan lingkungan yang tepat, lalu mendapatkan performa sekaligus peningkatan nilai aset. Inilah benchmark yang harus dikejar Paratici. Bukan sekadar membeli pemain yang bagus, tetapi menemukan pemain sebelum seluruh pasar menyadari betapa bagusnya mereka.

9. David de Gea Menunjukkan Bahwa Nama Besar Tidak Selalu Mahal

De Gea juga menjadi contoh yang menarik. Fiorentina tidak mengeluarkan biaya transfer untuk mendatangkannya karena sang pemain berstatus bebas transfer. Namun, kontribusinya langsung terasa. Ia menjadi salah satu pemain terpenting dalam skuad.

Ini membuktikan bahwa strategi mercato tidak selalu harus berpusat pada transfer bernilai puluhan juta euro. Kadang-kadang, keputusan terbaik adalah menemukan kesempatan yang tersedia. Jika Paratici ingin membangun Fiorentina yang sehat secara finansial, model semacam ini tetap harus menjadi bagian dari strategi.

10. Arthur Atta: Investasi Potensi dengan Risiko Tinggi

Atta merupakan gambaran paling jelas dari filosofi baru Fiorentina. Pemain seperti Atta tidak dibeli karena sudah menjadi bintang Serie A. Ia dibeli karena Fiorentina percaya bahwa kemampuannya dapat berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.

Secara teknis, langkah tersebut masuk akal. Namun, harga yang relatif tinggi membuat margin kesalahannya menjadi kecil. Jika Atta menjadi gelandang top dalam dua tahun ke depan, transfer tersebut akan terlihat sangat cerdas. Fiorentina mendapatkan pemain yang masih muda, berkembang, dan berpotensi memiliki nilai jual lebih tinggi.

Namun, jika perkembangannya stagnan, Fiorentina akan menghadapi persoalan klasik: pemain mahal yang sulit dijual kembali dengan harga setara. Inilah perjudian yang tidak terlalu besar ketika klub mengeluarkan €5 juta, tetapi menjadi sangat serius ketika investasi mendekati puluhan juta euro.

11. Radu Drăgușin: Mengurangi Risiko, tetapi Tetap Menyimpan Kewajiban

Kasus Drăgușin sedikit berbeda. Fiorentina tidak langsung menjadikan transfer tersebut sebagai pembelian permanen dengan risiko penuh sejak hari pertama. Struktur kesepakatan memungkinkan klub melihat kondisi pemain terlebih dahulu sebelum kewajiban pembelian berlaku berdasarkan persyaratan tertentu.

Ini sebenarnya merupakan pendekatan yang lebih dekat dengan filosofi Fiorentina sebelumnya. Klub menguji pemain terlebih dahulu sebelum mengambil risiko finansial yang lebih besar.

Menariknya, Paratici juga memiliki pengetahuan langsung mengenai pemain tersebut karena pernah bekerja di Tottenham. Artinya, transfer ini tidak hanya berbasis pada data performa, tetapi juga pemahaman terhadap karakter dan kemampuan pemain. Tetap saja, sejarah cedera Drăgușin membuat transfer tersebut memiliki risiko yang harus diperhitungkan.

12. Oulaï dan Pemain Muda Lainnya: Masa Depan atau Spekulasi?

Perekrutan pemain muda dalam jumlah besar merupakan bagian paling berani dari proyek Paratici. Fiorentina tidak hanya membeli pemain untuk kebutuhan musim ini. Mereka mencoba mengumpulkan aset yang mungkin bernilai jauh lebih besar di masa depan.

Secara teori, ini adalah model yang sangat ideal. Pemain muda berkembang → masuk tim utama → Fiorentina memperoleh performa → nilai pemain meningkat → klub memiliki opsi mempertahankan atau menjual dengan keuntungan.

Namun, sepak bola tidak berjalan seperti spreadsheet. Tidak semua pemain muda berkembang dengan kecepatan yang sama. Ada yang membutuhkan tiga tahun, ada yang tidak pernah mencapai potensi yang diproyeksikan. Karena itu, keberhasilan strategi Paratici sangat bergantung pada kemampuan Fiorentina mengembangkan pemain-pemain tersebut.

[Baca juga : Paolo Vanoli Kembali ke Fiorentina: Mengapa Juru Selamat Musim Lalu Belum Tentu Bisa Mengulang Mukjizatnya? (Part II)]

13. Masalah Terbesar Bukan Harga Pemain, tetapi Jumlah Pemain

Ini mungkin justru persoalan terbesar dalam mercato 2026. Fiorentina melakukan terlalu banyak perubahan dalam satu jendela transfer. Puluhan pemain pergi dan lebih dari 20 pemain baru masuk. The Guardian bahkan menempatkan Fiorentina sebagai salah satu klub dengan perombakan skuad paling besar di Eropa pada musim panas ini.

Secara teori, hal tersebut memungkinkan klub membangun tim baru dari awal. Namun, secara praktis, terlalu banyak perubahan membuat kohesi tim menjadi masalah. Pemain membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pelatih membutuhkan waktu untuk menemukan kombinasi terbaik. Pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami sistem permainan.

Ketika hasil buruk datang, tekanan justru meningkat. Dan itulah yang membuat pemecatan Fabio Grosso setelah tiga kekalahan awal Serie A menjadi semakin problematis. Fiorentina melakukan investasi besar untuk membangun skuad baru, tetapi bahkan pelatih pertama yang ditugaskan menangani proyek tersebut tidak bertahan lama.

14. Dibandingkan Era Pradè, Paratici Jauh Lebih Agresif

Perbedaan antara kedua direktur olahraga tersebut sangat jelas. Pradè pada 2024 mengandalkan kombinasi pemain murah, pemain bebas transfer, dan pinjaman. Hasil terbaiknya datang dari Kean dan De Gea. Pada 2025, Pradè meningkatkan belanja menjadi sekitar €90 juta. Piccoli, Sohm, Fagioli, Fazzini, dan Guðmundsson datang dengan ekspektasi tinggi. Namun, musim Fiorentina justru berakhir buruk dan Pradè meninggalkan klub.

Paratici kemudian datang dan melakukan sesuatu yang lebih ekstrem. Ia tidak mencoba memperbaiki skuad sedikit demi sedikit. Ia membongkarnya. Ini merupakan perbedaan filosofis yang sangat penting. Pradè berusaha meng-upgrade tim. Paratici mencoba menciptakan tim baru.

15. €150 Juta Bisa Menjadi Investasi Terbaik atau Kesalahan Terbesar

Inilah kesimpulan paling adil untuk mercato Fiorentina 2026. Tidak ada cukup bukti untuk menyebut Paratici telah melakukan pemborosan. Bahkan, struktur transfer menunjukkan adanya perencanaan terhadap usia pemain, potensi perkembangan, dan nilai jual kembali.

Namun, belum ada cukup bukti pula untuk menyebutnya sebagai mercato yang sukses. Karena transfer pemain adalah investasi jangka panjang. Fiorentina baru akan mengetahui jawabannya setelah pemain-pemain tersebut bermain secara reguler dan proyek olahraga berjalan beberapa tahun. Satu hal yang pasti: risiko yang diambil sekarang jauh lebih besar.

16. Giuseppe Commisso Kini Memiliki Dua Pilihan

Jika proyek Paratici berhasil, Giuseppe Commisso akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga: skuad muda dengan nilai aset tinggi dan potensi untuk membawa Fiorentina kembali menjadi klub papan atas Italia. Namun, jika proyek ini gagal, konsekuensinya juga jauh lebih besar daripada kegagalan mercato biasa. Fiorentina akan memiliki banyak pemain dengan kontrak panjang, biaya amortisasi tinggi, dan nilai jual yang mungkin tidak sesuai dengan harga pembelian.

Itulah mengapa €150 juta bukan sekadar angka. Itu adalah taruhan. Taruhan terhadap kemampuan Paratici membaca pasar, kemampuan pelatih mengembangkan pemain, kemampuan klub menciptakan lingkungan yang tepat, dan tentu saja kemampuan pemain-pemain baru tersebut membuktikan bahwa harga mereka memang layak.

17. Kesimpulan: Fiorentina Tidak Sedang Boros, tetapi Sedang Berjudi

Jika harus memberikan penilaian sekarang, menyebut Fiorentina "menghamburkan uang" adalah kesimpulan yang terlalu dini. Istilah yang lebih tepat adalah Fiorentina sedang melakukan investasi agresif dengan tingkat risiko tinggi.

Ada logika di baliknya. Ada kebutuhan untuk membangun ulang skuad. Ada pemain muda dengan potensi. Ada struktur transfer yang tidak semuanya berupa pembelian permanen langsung. Dan ada pemilik yang bersedia menyediakan modal. Namun, ada pula tanda bahaya.

Belanja meningkat dari sekitar €57 juta pada musim panas 2024 menjadi sekitar €90 juta pada 2025, lalu melonjak ke kisaran €150 juta pada 2026. Sementara itu, prestasi Fiorentina belum menunjukkan tren kenaikan yang sebanding. Bahkan, musim 2025/26 berakhir dengan klub berada dalam krisis dan hanya finis di posisi ke-15.

Maka, ukuran keberhasilan Paratici bukanlah berapa banyak pemain yang berhasil ia datangkan. Ukuran sebenarnya adalah berapa banyak dari pemain tersebut yang dalam dua atau tiga tahun ke depan akan menjadi pemain inti, aset berharga, atau bahkan simbol baru Fiorentina.

Karena pada akhirnya, suporter tidak membeli tiket untuk melihat neraca transfer. Mereka datang untuk melihat sebuah tim menang. Dan sekarang, Fabio Paratici telah mendapatkan sesuatu yang tidak selalu dimiliki pendahulunya: uang, kewenangan, dan kesempatan untuk membangun ulang Fiorentina sesuai visinya. Sekarang tinggal satu pertanyaan. Apakah ia sedang membangun generasi emas baru Fiorentina, atau justru sedang membangun skuad mahal yang kelak harus dibongkar lagi? (Sumber: Artikel @amieykha Foto @paolovanoli.official) 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet