ViolaClubINA - Fiorentina berubah drastis di bursa transfer. Di bawah Giuseppe Commisso dan Fabio Paratici, La Viola menggelontorkan lebih dari €150 juta untuk membangun skuad baru. Apakah ini tanda ambisi besar atau perjudian finansial yang terlalu berani?
Fiorentina memasuki musim 2026/27 dengan sebuah perubahan besar yang tidak hanya terlihat dari daftar pemain, tetapi juga dari cara klub memandang bursa transfer. Setelah musim sebelumnya berakhir dengan kekecewaan dan Fiorentina harus berjuang menjauh dari zona degradasi, klub memilih melakukan perombakan besar-besaran. Kehadiran Fabio Paratici sebagai direktur olahraga menjadi simbol dari perubahan tersebut.
Paratici resmi bergabung dengan Fiorentina pada 4 Februari 2026 setelah meninggalkan Tottenham Hotspur. Penunjukannya bukan sekadar pergantian pejabat di jajaran manajemen. Fiorentina memberikan Paratici mandat untuk membantu membangun kembali proyek olahraga klub. Dalam wawancara pertamanya sebagai pejabat Fiorentina, Paratici sendiri menekankan keinginannya membuat klub menjadi lebih menarik dan ambisius. Beberapa bulan kemudian, ambisi tersebut terlihat sangat jelas di pasar pemain.
1. Fiorentina Tidak Sekadar Belanja, tetapi Membongkar Skuad
Fiorentina melakukan salah satu perombakan skuad terbesar dalam sejarah modern klub. Menurut rekapitulasi bursa transfer 2026/27, La Viola mengeluarkan sekitar €150 juta untuk pemain baru, sementara pemasukan transfer berada di kisaran €26–27 juta. Dengan demikian, net spend Fiorentina berada di sekitar €124 juta.
Angka tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan standar Fiorentina beberapa musim sebelumnya. Bahkan, The Guardian memasukkan Fiorentina sebagai salah satu klub Eropa yang melakukan perombakan skuad paling ekstrem pada musim panas 2026, dengan puluhan pemain meninggalkan klub.
Artinya, angka €150 juta tersebut tidak bisa dilihat semata-mata sebagai "Paratici membeli pemain mahal". Fiorentina memang sedang melakukan rekonstruksi skuad secara menyeluruh. Itulah alasan pertama mengapa belanja besar ini perlu dilihat secara lebih hati-hati.
Jika sebuah klub hanya mendatangkan tiga atau empat pemain dengan biaya €150 juta, pertanyaan mengenai pemborosan akan jauh lebih mudah diajukan. Namun, Fiorentina menggunakan dana tersebut untuk mengganti bagian besar dari skuad yang sebelumnya gagal memberikan hasil. Persoalannya kemudian bergeser dari berapa uang yang dikeluarkan menjadi apakah pemain yang dibeli memang merupakan solusi yang tepat.
2. Ini Bukan Sepenuhnya Proyek Baru Paratici
Ada satu hal yang sering luput ketika membicarakan bursa transfer Fiorentina 2026. Paratici memang menjadi figur utama dalam keputusan olahraga sejak Februari, tetapi ia tidak datang ke klub yang kosong. Ia menerima skuad yang sudah dibangun selama beberapa tahun dan memiliki sejumlah kontrak serta kewajiban pembelian dari mercato sebelumnya.
Contoh paling jelas terlihat pada musim panas 2025. Fiorentina mengeluarkan sekitar €90 juta untuk memperkuat tim. Roberto Piccoli dibeli sekitar €25 juta, Simon Sohm €15 juta, Nicolò Fagioli €13,5 juta, Albert Guðmundsson €13 juta, Jacopo Fazzini €10 juta, Robin Gosens €7 juta, dan Tariq Lamptey sekitar €6 juta. Di atas kertas, skuad tersebut seharusnya mampu membawa Fiorentina ke level yang lebih tinggi.
Kenyataannya justru berbeda. Fiorentina mengawali musim 2025/26 dengan buruk. Daniele Pradè kemudian mengundurkan diri ketika klub baru mengumpulkan empat poin dari sembilan pertandingan Serie A. Total belanja sekitar €90 juta akhirnya terlihat sangat mahal karena investasi tersebut tidak menghasilkan peningkatan performa yang diharapkan. Dengan demikian, Paratici sebenarnya mewarisi konsekuensi dari sebuah proyek yang sudah bermasalah.
3. Mengapa Commisso Tetap Memberikan Dana Besar?
Di sinilah peran keluarga Commisso menjadi penting. Daripada mempertahankan struktur lama dan berharap pemain yang sama tiba-tiba tampil lebih baik, Fiorentina memilih melakukan reset. Gazzetta dello Sport mencatat bahwa keluarga Commisso kembali menyediakan dana besar untuk pasar transfer 2026 setelah sebelumnya mengeluarkan sekitar €92 juta pada musim panas 2025.
Secara bisnis, keputusan tersebut memang berisiko. Namun, dari perspektif pemilik klub, ada logika yang bisa dipahami. Fiorentina baru saja menjalani musim yang buruk. Mempertahankan skuad yang gagal tanpa perubahan besar juga memiliki risiko finansial tersendiri, terutama jika klub kembali gagal masuk kompetisi Eropa atau bahkan kembali terlibat dalam pertarungan degradasi.
Karena itu, Commisso tampaknya memilih membayar mahal untuk melakukan reset daripada mempertahankan aset yang dianggap sudah tidak cocok dengan proyek baru. Pertanyaannya: apakah Paratici menggunakan uang tersebut dengan benar?
[Baca juga : Paolo Vanoli Kembali ke Fiorentina: Mengapa Juru Selamat Musim Lalu Belum Tentu Bisa Mengulang Mukjizatnya? (Part II)]
4. Filosofi Paratici: Membeli Potensi, Bukan Sekadar Nama Besar
Jika melihat profil pemain yang direkrut, jawabannya tidak sesederhana "Fiorentina menjadi klub yang suka membeli pemain mahal". Sebagian besar rekrutan baru justru menunjukkan pola yang cukup jelas: pemain muda, pemain yang masih dapat berkembang, atau pemain yang dianggap memiliki nilai jual kembali.
Arthur Atta adalah salah satu contohnya. Radu Drăgușin juga didatangkan dengan skema yang memungkinkan Fiorentina mengontrol risiko sebelum mengambil kewajiban pembelian. Strategi seperti ini menunjukkan bahwa Paratici tidak semata-mata mengejar pemain yang sudah matang dan terkenal.
Ia membeli potensi. Ini merupakan pendekatan yang berbeda dari transfer seperti David de Gea atau Edin Džeko, ketika Fiorentina mendatangkan pemain berpengalaman untuk memberikan dampak langsung. Paratici tampaknya ingin membangun skuad yang nilainya dapat meningkat dalam dua atau tiga tahun ke depan.
Masalahnya, potensi juga berarti ketidakpastian. Pemain muda tidak memberikan jaminan bahwa mereka akan berkembang sesuai proyeksi. Harga transfer yang tinggi juga membuat tekanan terhadap pemain tersebut menjadi semakin besar. Jika Atta berkembang menjadi pemain top Serie A, €25 juta lebih mungkin terlihat seperti investasi murah. Jika ia gagal berkembang, angka tersebut akan terlihat sebagai pemborosan.
5. Fiorentina Sebenarnya Sudah Punya Contoh Belanja yang Efektif
Menariknya, Fiorentina tidak perlu melihat terlalu jauh untuk menemukan contoh bahwa belanja cerdas dapat menghasilkan dampak besar. Pada musim panas 2024, klub mendatangkan Moise Kean dengan biaya awal sekitar €13 juta. David de Gea bergabung secara gratis, sementara sejumlah pemain seperti Robin Gosens, Edoardo Bove, Danilo Cataldi, Yacine Adli, dan Albert Guðmundsson didatangkan melalui skema pinjaman atau dengan struktur pembayaran yang membatasi risiko awal.
Hasilnya? Kean mencetak 19 gol di Serie A dan menjadi pencetak gol terbanyak kedua kompetisi tersebut. De Gea kembali menunjukkan kualitas kelas dunia. Gosens juga memberikan kontribusi penting. Evaluasi terhadap mercato tersebut kemudian menilai kombinasi Kean, De Gea, Gosens, dan Fagioli sebagai contoh bisnis yang sangat baik dari sisi nilai terhadap biaya.
Inilah yang membuat belanja Fiorentina 2026 menarik untuk dianalisis. Karena klub sebenarnya sudah mengetahui formula yang dapat bekerja: membeli pemain dengan risiko terkendali dan mencari value sebelum harga mereka melonjak. Paratici justru menaikkan skalanya secara drastis.
6. Dari "Value for Money" Menjadi "Betting on Potential"
Perubahan filosofi inilah yang menjadi inti dari era Paratici. Fiorentina sebelumnya lebih sering menggunakan kombinasi transfer permanen murah, pinjaman, opsi pembelian, serta pemain bebas transfer. Strategi tersebut membuat risiko finansial lebih terkendali. Sekarang, Fiorentina lebih agresif membeli pemain yang diyakini memiliki masa depan besar. Ini bukan otomatis strategi buruk. Namun, tingkat kesalahannya menjadi lebih mahal.
Ketika sebuah klub membeli pemain seharga €5 juta dan transfer tersebut gagal, kerugiannya relatif dapat ditanggung. Ketika klub membeli pemain dengan biaya €20–30 juta dan pemain tersebut gagal memenuhi ekspektasi, dampaknya jauh lebih besar terhadap struktur keuangan dan komposisi skuad. Karena itu, mercato Paratici harus dinilai bukan hanya berdasarkan siapa yang datang, tetapi juga berapa banyak risiko yang diambil Fiorentina untuk mendatangkan mereka. Dan risiko tersebut sangat besar.
7. Jadi, Apakah Fiorentina Menghamburkan Uang?
Untuk saat ini, jawabannya: belum bisa disebut demikian. Yang dapat dikatakan adalah Fiorentina sedang melakukan investasi yang jauh lebih agresif dibandingkan sebelumnya. Jika seluruh pemain baru berkembang, masuk ke tim utama, membantu Fiorentina kembali ke kompetisi Eropa, lalu beberapa di antaranya dapat dijual dengan keuntungan besar, maka €150 juta tersebut akan terlihat sebagai investasi jangka panjang.
Namun, jika mayoritas pemain gagal beradaptasi dan Fiorentina kembali berada di papan bawah, angka tersebut akan berubah menjadi bukti bahwa klub mengeluarkan uang terlalu banyak untuk pemain yang tidak mampu memberikan dampak.
Dengan kata lain, harga transfer bukan vonis. Performa adalah vonisnya. Dan untuk mengetahui apakah Paratici benar-benar pintar menggunakan uang Commisso, kita harus melihat bagaimana proyek tersebut berjalan selama beberapa musim ke depan.
Di situlah Part 2 akan menjadi jauh lebih menarik: membandingkan satu per satu pola transfer era Paratici dengan pemain-pemain yang dibeli Fiorentina sebelum kedatangannya, melihat mana yang memiliki value, mana yang terlalu mahal, dan apakah profil pemain baru tersebut benar-benar menjawab kebutuhan tim atau justru menciptakan masalah baru. (Sumber: Artikel @amieykha Foto @paolovanoli.official)






