Sign Up
Cover

Fabio Grosso Dipecat Fiorentina Setelah 3 Laga, Era Baru Viola Kembali Dimulai dari Titik Nol

ACF Fiorentina

Senin, 7 September 2026

ViolaClubINA - Fiorentina kembali melakukan pergantian pelatih secara mengejutkan. Fabio Grosso resmi diberhentikan setelah hanya tiga pertandingan Serie A musim 2026/27. Kekalahan dari Torino menjadi pukulan terakhir yang membuat manajemen Viola kehilangan kesabaran.

Fiorentina resmi mengakhiri kerja sama dengan Fabio Grosso setelah pelatih asal Italia tersebut gagal membawa La Viola meraih satu pun kemenangan dalam tiga giornata pertama Serie A 2026/27. Keputusan itu diumumkan sehari setelah Fiorentina menelan kekalahan 1-2 dari Torino di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (5/9/2026).

Awalnya, Grosso masih menunjukkan sikap tenang seusai kekalahan tersebut. Ia menyadari bahwa posisinya berada di bawah tekanan, tetapi menyerahkan keputusan akhir kepada manajemen klub. Namun, tidak sampai 24 jam kemudian, Fiorentina mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri masa kepemimpinannya.

Rentetan hasil buruk menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Fiorentina mengawali musim dengan kekalahan telak 0-4 dari AS Roma, kemudian dipermalukan 0-3 oleh tim promosi Frosinone di kandang sendiri. Kekalahan kembali terjadi ketika menjamu Torino, kali ini dengan skor 1-2.

Tiga pertandingan, tiga kekalahan, sembilan gol bersarang di gawang Fiorentina dan hanya satu gol yang berhasil dicetak menjadi gambaran buruk awal musim La Viola. Satu-satunya kemenangan Grosso bersama Fiorentina justru terjadi di Coppa Italia ketika timnya mengalahkan Benevento 4-1.

Situasi tersebut jelas jauh dari ekspektasi manajemen. Fiorentina menghabiskan dana besar pada bursa transfer musim panas dengan harapan dapat membangun skuad yang lebih kompetitif setelah musim sebelumnya berjalan sangat mengecewakan. Grosso sendiri ditunjuk sebagai pelatih baru setelah mencatat periode yang cukup impresif bersama Sassuolo.

Namun, investasi besar tersebut belum mampu diterjemahkan Grosso menjadi performa di atas lapangan. Permainan Fiorentina terlihat belum menemukan identitas yang jelas, sementara sejumlah pemain baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem yang diinginkan sang pelatih.

Grosso sendiri mengakui bahwa proses membangun tim membutuhkan waktu. Banyak pemain baru datang menjelang penutupan bursa transfer dan langsung harus masuk ke dalam tim. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan menemukan kombinasi terbaik sekaligus menerapkan gaya bermain yang diinginkannya.

Masalahnya, Fiorentina tampaknya tidak memiliki kemewahan untuk menunggu terlalu lama. Musim ini seharusnya menjadi momen penting bagi Fiorentina. Memasuki tahun ke-100 dalam sejarah klub, manajemen ingin membangun kembali kepercayaan suporter setelah musim sebelumnya mereka harus berjuang keras menjauh dari zona degradasi. Karena itu, tiga kekalahan beruntun di awal musim menjadi alarm yang terlalu keras untuk diabaikan.

Keputusan memecat Grosso juga mencatatkan sejarah tersendiri. Menurut Viola Nation, Fiorentina tidak pernah sebelumnya memberhentikan seorang pelatih secepat ini dalam perjalanan sebuah musim. Masa kerja Grosso hanya berlangsung sekitar 90 hari dan mencakup empat pertandingan kompetitif.

Pergantian pelatih secara cepat ini sekaligus menunjukkan betapa tingginya tekanan yang kini berada di tubuh Fiorentina. Musim lalu, manajemen dinilai terlalu lama mempertahankan Stefano Pioli ketika performa tim terus memburuk. Fiorentina akhirnya harus menghabiskan sebagian besar musim dalam situasi sulit dan terlibat dalam persaingan menghindari degradasi.

Kali ini, manajemen memilih bergerak jauh lebih cepat agar sejarah tersebut tidak kembali terulang. Meski demikian, keputusan tersebut juga memunculkan pertanyaan besar. Jika Grosso dianggap tidak mampu menangani skuad Fiorentina, mengapa manajemen memilihnya sejak awal? Apalagi klub telah melakukan investasi besar di bursa transfer dan membangun sejumlah bagian skuad dengan kebutuhan taktik yang seharusnya telah diperhitungkan sejak proses pemilihan pelatih.

Di sinilah pekerjaan Fabio Paratici sebagai direktur olahraga Fiorentina ikut mendapat sorotan. Selain hasil buruk di lapangan, muncul pula laporan mengenai ketegangan antara Paratici dan Grosso sebelum keputusan pemecatan dibuat. Namun, sejauh ini, persoalan tersebut belum menjadi penjelasan resmi utama dari klub. Yang jelas, Fiorentina kini kembali berada di persimpangan. Pemecatan Grosso membuat klub harus mencari pelatih baru ketika musim baru berjalan sangat singkat. Waktu untuk beradaptasi memang masih tersedia, tetapi setiap keputusan berikutnya akan memiliki konsekuensi besar.

[Baca juga : Women's Cup 26/27 vs Roma (3-0)]

Nama Paolo Vanoli kemudian muncul sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengambil alih kursi pelatih. Bahkan, laporan terbaru Viola Nation menyebut mantan pemain Fiorentina tersebut sebagai kandidat yang berpeluang besar kembali menangani tim. Jika benar Vanoli kembali, Fiorentina akan kembali mencoba membangun ulang tim dengan sosok yang sudah mengenal lingkungan klub. Namun, pergantian pelatih untuk kesekian kalinya juga kembali menghidupkan pertanyaan lama tentang stabilitas proyek olahraga Fiorentina.

Sejak era kepemilikan Rocco Commisso dimulai, kursi pelatih Fiorentina memang cukup sering berganti. Fabio Grosso menjadi pelatih kesepuluh yang menangani klub sejak 2019, atau kesebelas jika Gennaro Gattuso ikut dihitung meski tidak sempat memimpin pertandingan. Hanya Vincenzo Italiano yang mampu bertahan hingga tiga musim dalam periode tersebut.

Kini, Fiorentina harus berharap keputusan cepat terhadap Grosso justru menjadi titik balik, bukan awal dari kekacauan baru. Tiga kekalahan memang tidak otomatis menentukan bagaimana perjalanan satu musim akan berakhir. Kompetisi masih sangat panjang dan Fiorentina masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi. Namun, setelah investasi besar, perubahan struktur klub, serta ambisi besar di musim centenary, tekanan untuk segera bangkit jelas tidak bisa dihindari.

Pemecatan Fabio Grosso mungkin telah menutup satu bab yang bahkan belum sempat benar-benar dimulai. Tetapi bagi Fiorentina, pertanyaan yang jauh lebih penting kini bukan lagi mengapa Grosso dipecat. Pertanyaannya adalah: apakah pelatih berikutnya mampu menjadi sosok yang akhirnya memberikan stabilitas yang selama ini dicari Fiorentina? (Sumber: Artikel acffiorentina.com Foto yahoo.com) 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet