ViolaClubINA - Atmosfer hangat menyelimuti kubu Fiorentina di tengah jeda internasional yang sedang berlangsung. Periode istirahat dua pekan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh skuad La Viola untuk merapatkan barisan sekaligus memperkuat pemahaman taktik di bawah komando pelatih Paolo Vanoli. Setelah sempat melalui masa transisi yang kurang memuaskan pada awal musim bersama Fabio Grosso, klub asal kota Florence tersebut kini menunjukkan sinyal kebangkitan yang makin nyata lewat kombinasi kepemimpinan pemain senior dan ambisi membara para pilar muda.
Wakil kapten sekaligus sosok senior di lini belakang, Luca Ranieri, membeberkan dinamika internal tim setelah perubahan di kursi kepelatihan. Bek tangguh berusia 27 tahun yang telah membela klub sejak usia 13 tahun ini mengakui bahwa timnya sempat tampil tidak maksimal saat kompetisi resmi dimulai, meskipun menjalani masa pra-musim yang terbilang apik bersama Grosso. Kedatangan Paolo Vanoli pun diakui Ranieri membawa suntikan energi baru yang sangat dibutuhkan oleh skuad muda Fiorentina. Intensitas tinggi dan dorongan tanpa henti dari sang allenatore di setiap sesi latihan sukses mengembalikan rasa percaya diri tim, yang terbukti lewat raihan tiga laga positif secara beruntun sebelum jeda kompetisi.
[Baca juga : Terbongkar! Target Rahasia Franco Mastantuono di Fiorentina yang Bikin Paolo Vanoli Tersenyum Puas]
Sebagai sosok yang paling lama membela klub, Ranieri mengambil peran penting dalam mengedukasi jajaran pemain baru mengenai nilai dan tradisi besar Fiorentina. Kepergian rekan dekatnya seperti Rolando Mandragora tidak menghalangi proses pembentukan chemistry di ruang ganti. Ia secara aktif membantu talenta-talenta muda seperti Franco Mastantuono, Oulai, hingga Mateo Pellegrino untuk beradaptasi dengan tekanan serta ekspektasi tinggi publik Artemio Franchi. Ranieri menekankan bahwa Florence adalah kota dengan suporter yang sangat berhasrat tinggi, sehingga ia bertekad membawa Fiorentina menjadi tim pantang menyerah yang berjuang habis-habisan hingga menit ke-90 di setiap pertandingan.
Di lini depan, sorotan utama tertuju pada Mateo Pellegrino yang memikul tanggung jawab besar sebagai penyerang anyar. Datang untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Moise Kean, penyerang muda tersebut memandang beban berat itu bukan sebagai ancaman, melainkan dorongan motivasi yang positif. Pellegrino secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menyamai, bahkan melampaui raihan yang pernah dicatatkan Kean di Fiorentina. Kehadiran penyerang berpengalaman seperti Beto di lini serang juga diakuinya sangat membantu proses adaptasi, di mana persaingan sehat di antara keduanya justru menjadi pemicu untuk saling melengkapi demi membawa Fiorentina meraih hasil maksimal musim ini. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina )






