ViolaClubINA - Pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, mengakui timnya masih memiliki mental yang rapuh setelah dihancurkan AS Roma dengan skor telak 4-0 di Stadion Olimpico. Kekalahan tersebut menjadi pukulan berat bagi La Viola, terutama karena mereka sempat datang dengan rasa percaya diri usai mengetahui pesaing di papan bawah, Cremonese, kalah 1-2 dari Lazio. Hasil itu sebenarnya membuat peluang Fiorentina untuk bertahan di Serie A semakin besar. Namun, Vanoli menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh dijadikan alasan atas performa buruk timnya di lapangan.
Sejak menit awal pertandingan, Fiorentina terlihat kehilangan fokus dan gagal mengimbangi permainan agresif Roma. Tim tuan rumah langsung unggul cepat melalui sundulan Gianluca Mancini sebelum Wesley menggandakan keunggulan hanya dalam waktu 17 menit. Situasi semakin buruk setelah Mario Hermoso dan Niccolò Pisilli turut mencatatkan nama di papan skor. Vanoli mengaku timnya benar-benar kehilangan arah setelah gol pertama Roma tercipta. Menurutnya, Fiorentina sempat menunjukkan perkembangan besar dalam beberapa pekan terakhir, tetapi kelemahan mental yang sempat muncul saat menghadapi Udinese kembali terlihat dalam laga tersebut.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Vanoli tetap mencoba mengambil sisi positif dari pertandingan itu. Saat Fiorentina sudah tertinggal jauh, ia memberikan kesempatan kepada striker muda Riccardo Braschi untuk tampil. Penyerang muda tersebut hampir mencetak gol hanya beberapa detik setelah masuk lapangan ketika tendangannya membentur tiang gawang. Vanoli mengungkapkan bahwa dirinya selalu percaya kepada pemain muda dan ingin memberi mereka ruang untuk berkembang. Ia menilai Braschi telah menunjukkan semangat dan kualitas yang menjanjikan meskipun gagal mencatatkan gol.
Vanoli juga membela penampilan Albert Gudmundsson yang kembali mendapat sorotan karena dinilai belum tampil maksimal sejak didatangkan dari Genoa. Sang pelatih menilai Gudmundsson bukan penyebab utama kekalahan Fiorentina. Ia menjelaskan bahwa pemain tersebut beberapa kali dimainkan di posisi yang berbeda demi membantu kebutuhan tim, terutama karena krisis di lini depan akibat cedera yang dialami Moise Kean dan Roberto Piccoli. Menurut Vanoli, Gudmundsson sebenarnya tampil cukup baik dalam beberapa laga sebelumnya, termasuk saat menghadapi Sassuolo.
[Baca juga : Serie A 25/26 Gio 35 vs Roma (4-0)]
Di tengah tekanan besar yang datang dari publik dan media sosial, Vanoli tetap berusaha menjaga fokus timnya untuk mengamankan keselamatan di Serie A. Ia bahkan mengaku tekanan komentar di media sosial terkadang terasa sangat berat. Meski demikian, ia menegaskan Fiorentina telah menjalani perjalanan yang penting musim ini, terlebih karena mereka harus bermain tanpa beberapa pemain kunci. Vanoli juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Fiorentina atas performa buruk melawan Roma dan menegaskan bahwa klub sebesar Fiorentina seharusnya berada di posisi klasemen yang lebih baik.
Masa depan Vanoli sendiri masih belum pasti. Direktur klub, Fabio Paratici, dikabarkan akan melakukan evaluasi bersama sang pelatih setelah Fiorentina resmi aman dari degradasi. Namun, Vanoli mengaku tidak akan menganggapnya sebagai ketidakadilan apabila dirinya tidak dipertahankan. Ia mengingatkan bahwa ketika pertama kali datang, Fiorentina hanya memiliki empat poin dan berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan, belum pernah ada tim yang mampu selamat dari degradasi setelah gagal meraih kemenangan dalam 11 laga awal musim. Karena itu, ia merasa pekerjaan besar telah dilakukan meski misi belum sepenuhnya selesai.
Menutup pernyataannya, Vanoli menegaskan dirinya masih ingin melanjutkan proyek bersama Fiorentina apabila klub memberikan kepercayaan kepadanya. Namun untuk saat ini, fokus utamanya adalah memastikan Fiorentina benar-benar aman dari ancaman degradasi dan menutup musim dengan hasil yang lebih baik. (Sumber: Artikel football-italia.net | Foto football-italia.net)






