ViolaClubINA - Kiper veteran asal Spanyol, David de Gea, kembali menunjukkan kualitasnya bersama ACF Fiorentina meski usianya kini telah menginjak 35 tahun. Setelah sempat menganggur lebih dari satu tahun usai kontraknya bersama Manchester United berakhir pada Juli 2023, De Gea akhirnya menerima pinangan Fiorentina pada Agustus 2024 dengan status bebas transfer. Keputusan tersebut terbukti tepat karena sang penjaga gawang masih mampu tampil impresif di kompetisi Serie A maupun ajang Conference League.
Bersama Fiorentina, De Gea kembali menemukan performa terbaiknya. Ia beberapa kali menjadi penyelamat tim melalui aksi-aksi gemilang di bawah mistar gawang. Klub asal Florence tersebut pun memberikan kontrak jangka panjang hingga Juni 2028 dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan. Situasi ini memperlihatkan besarnya kepercayaan Fiorentina terhadap pengalaman dan kualitas mantan kiper tim nasional Spanyol tersebut.
Namun, di balik kesetiaannya kepada Fiorentina, terdapat satu klub yang disebut masih memiliki tempat spesial di hati De Gea. Berdasarkan laporan media Italia, sang kiper dikabarkan hanya bersedia meninggalkan Fiorentina apabila mendapat tawaran dari Manchester United. Klub Premier League itu memang menjadi bagian terbesar dalam perjalanan kariernya setelah ia membela Setan Merah selama lebih dari satu dekade, tepatnya dari 2011 hingga 2023.
Apabila Manchester United kembali memanggilnya, De Gea diyakini akan mempertimbangkan kesempatan tersebut sebagai penampilan terakhirnya di Old Trafford sebelum pensiun. Meski demikian, jika tidak ada tawaran dari mantan klubnya itu, masa depan De Gea disebut sepenuhnya akan tetap bersama Fiorentina hingga akhir karier profesionalnya.
[Baca juga : Fiorentina Panas! Lamptey Baru Main 2 Laga Sudah Diambang Pergi, Grosso Masuk Radar Viola]
Di sisi lain, Fiorentina juga tengah menjadi sorotan berkat kemunculan talenta muda bernama Riccardo Braschi. Penyerang berusia 19 tahun itu mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya dalam laga Serie A menghadapi Genoa CFC. Braschi merupakan striker jangkung setinggi 190 sentimeter yang lahir dan besar di Kota Florence serta telah menimba ilmu di akademi Fiorentina sejak usia muda.
Musim ini, Braschi tampil tajam bersama tim Primavera Fiorentina dengan catatan 17 gol dan lima assist dari 27 pertandingan. Penampilannya membuat ia beberapa kali dipanggil berlatih bersama tim utama. Kesempatan debut seniornya pertama kali diberikan oleh pelatih Paolo Vanoli saat Fiorentina menghadapi Rakow Czestochowa pada bulan Maret lalu. Kini, akibat absennya striker utama Moise Kean karena cedera, Braschi akhirnya dipercaya tampil sejak menit awal menghadapi Genoa.
Kemunculan Braschi menjadi sinyal bahwa Fiorentina tidak hanya mengandalkan pemain senior seperti De Gea, tetapi juga serius membangun masa depan melalui pengembangan pemain muda potensial. Kombinasi pengalaman dan regenerasi tersebut membuat Fiorentina semakin menarik untuk disaksikan pada musim ini. (Sumber: Artikel football-italia.net | Foto football-italia.net)






