ViolaClubINA - Fiorentina mengawali era baru bersama Fabio Grosso dengan cara yang meyakinkan. Tampil di hadapan sekitar 15.000 pendukung di Stadion Artemio Franchi, La Viola sukses menundukkan Benevento dengan skor telak 4-1 pada babak kedua Coppa Italia. Selain menjadi kemenangan perdana Grosso sebagai pelatih Fiorentina dalam laga kompetitif, pertandingan ini juga menjadi panggung debut sejumlah pemain anyar yang langsung memberikan warna berbeda bagi permainan tim.
Atmosfer di Artemio Franchi terasa istimewa sejak sebelum pertandingan dimulai. Kehadiran Presiden Joseph Commisso serta debut kompetitif Radu Drăgușin, Víctor Valdepeñas, João Mário, dan Arthur Atta membuat laga ini terasa seperti titik awal dari sebuah proyek baru. Antusiasme suporter pun semakin terasa dengan hadirnya tampilan baru Curva Fiesole yang kini telah dilengkapi atap. Ekspektasi terhadap proyek yang dibangun Fiorentina bersama Fabio Grosso dan jajaran manajemen pun mulai mendapatkan jawabannya di atas lapangan.
Fiorentina langsung bermain agresif sejak menit-menit awal. Tekanan Marco Brescianini membuat Benevento melakukan kesalahan dalam membangun serangan dan Arthur Atta dengan sigap memanfaatkan situasi tersebut. Pemain asal Prancis itu kemudian mengirimkan umpan silang kaki kiri ke arah Moise Kean. Bola sempat mengenai pemain lawan sebelum mengarah ke tiang jauh, tempat Albert Guðmundsson berdiri bebas untuk mencetak gol pembuka pada menit kedua.
Gol cepat tersebut membuat Fiorentina tampil semakin percaya diri. Meski Benevento beberapa kali mampu menciptakan ancaman melalui umpan-umpan diagonal ke sisi lapangan, La Viola tetap terlihat lebih dominan secara kualitas. Lini belakang Fiorentina memang sempat memberikan ruang kepada para pemain sayap Benevento, terutama Davide Lamesta, tetapi permainan menyerang tim tuan rumah mampu menjaga tekanan tetap berada di area pertahanan lawan.
João Mário menjadi salah satu pemain yang aktif membantu serangan. Pemain baru tersebut bahkan sempat melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang. Di sisi lain, Arthur Atta menunjukkan kualitas yang langsung mencuri perhatian. Mobilitasnya membuat Fiorentina memiliki lebih banyak opsi ketika mengalirkan bola dari lini tengah menuju lini depan.
Keunggulan Fiorentina akhirnya bertambah pada menit ke-35. João Mário mengirimkan umpan silang yang berhasil dijangkau Moise Kean dalam situasi sulit. Dengan koordinasi tubuh yang luar biasa, penyerang tim nasional Italia tersebut mampu mengangkat kakinya hingga setinggi bahu sambil berduel dengan Stefano Scognamillo dan mengarahkan bola ke dalam gawang. Gol tersebut menjadi salah satu momen terbaik pertandingan sekaligus membawa Fiorentina unggul 2-0.
Benevento sebenarnya masih memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Lamesta menjadi pemain yang paling aktif mencari celah dan memaksa David de Gea melakukan penyelamatan penting. Namun, Fiorentina tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan. Luca Ranieri juga tampil impresif ketika keluar dari tekanan dan membantu membangun serangan dari lini belakang.
Di sisi lain, Gianmarco Vannucchi harus bekerja keras untuk menjaga gawang Benevento. Cher Ndour sempat mendapatkan peluang emas dalam situasi satu lawan satu, tetapi kiper Benevento berhasil menggagalkannya. Guðmundsson juga memperoleh kesempatan dari jarak dekat setelah menerima bola hasil kerja sama Ndour, tetapi penyelesaiannya justru melambung di atas mistar.
Memasuki babak kedua, Grosso melakukan pergantian dengan memasukkan Dodô menggantikan João Mário. Keputusan tersebut langsung memberikan dampak. Fiorentina memperoleh sepak pojok yang kemudian dieksekusi Nicolò Fagioli ke tiang dekat. Drăgușin memenangkan duel udara dan mengarahkan bola ke area belakang. Ranieri datang dari belakang untuk menyambutnya dan mencetak gol ketiga Fiorentina pada menit ke-47.
Hanya berselang tiga menit, Fiorentina kembali menjebol gawang Benevento. Arthur Atta dan Moise Kean bekerja sama dengan sangat baik di sisi kiri. Brescianini kemudian melakukan pergerakan tanpa bola ke ruang kosong sebelum mengirimkan umpan tarik kepada Cher Ndour. Gelandang tersebut mengontrol bola terlebih dahulu dan melepaskan penyelesaian kaki kiri yang tidak mampu dihentikan Vannucchi.
Skor berubah menjadi 4-0 dan pertandingan praktis berada dalam kendali penuh Fiorentina. Namun, Benevento akhirnya berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-54. Davide Lamesta melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang bergerak sulit ditebak hingga akhirnya bersarang di pojok bawah gawang. De Gea sebenarnya berpeluang melakukan penyelamatan lebih baik, tetapi tembakan tersebut memang cukup menyulitkan.
Gol tersebut membuat Fiorentina kembali meningkatkan intensitas permainan. Grosso kemudian memberikan kesempatan kepada beberapa pemain lain, termasuk Franco Mastantuono, Christ Inao Oulaï, dan Federico Croci. Arthur Atta juga harus ditarik keluar setelah terlihat mengalami masalah ringan di area pangkal paha. Kondisi tersebut menjadi satu-satunya hal yang sedikit mengkhawatirkan dari penampilan impresifnya, meski pergantian tersebut tampaknya lebih sebagai langkah pencegahan.
Fiorentina sebenarnya masih mampu mencetak gol tambahan. Guðmundsson sempat kembali memasukkan bola ke gawang setelah menerima rangkaian permainan apik dari Dodô, Ndour, dan Kean. Namun, gol tersebut dianulir karena offside. Beberapa peluang lain juga tercipta hingga pertandingan berakhir, tetapi Benevento tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada tuan rumah.
Pada akhirnya, Fiorentina menutup pertandingan dengan kemenangan 4-1. Secara keseluruhan, hasil tersebut menjadi awal yang sangat positif bagi Fabio Grosso. La Viola tidak sekadar menang, tetapi juga memperlihatkan keunggulan kualitas yang cukup mencolok sepanjang pertandingan.
Salah satu pemain yang paling menonjol tentu saja Arthur Atta. Sejak awal pertandingan, gelandang asal Prancis tersebut memperlihatkan keberanian dalam membawa bola, kemampuan membaca permainan, serta ketenangan ketika berada dalam tekanan. Kontribusinya juga terlihat langsung pada proses gol pertama Fiorentina. Jika penampilannya seperti ini dapat dipertahankan, investasi besar Fiorentina untuk mendatangkannya berpotensi terlihat sangat menguntungkan.
Marco Brescianini juga layak mendapatkan perhatian. Perannya mungkin tidak selalu terlihat dalam statistik, tetapi pergerakannya tanpa bola menjadi bagian penting dari struktur permainan Fiorentina. Ia mampu memberikan dukungan ketika para pemain bertahan maju sekaligus melakukan penetrasi ke ruang kosong. Peran semacam ini berpotensi menjadikannya salah satu pemain penting yang bekerja dalam senyap sepanjang musim.
Moise Kean pun menunjukkan perkembangan menarik. Selain mencetak gol spektakuler, penyerang tersebut terlihat lebih bersedia menghubungkan permainan dengan rekan-rekannya. Ia tidak terlalu sering memaksakan aksi individu seperti yang beberapa kali terlihat pada musim sebelumnya. Keinginan untuk bermain lebih kolektif menjadi sinyal positif bagi Fiorentina, terutama apabila Kean mampu mempertahankan pendekatan tersebut ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Christ Inao Oulaï masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Ia memiliki kemampuan teknis dan gerakan kaki yang sangat cepat, tetapi masih harus meningkatkan kecepatan dalam mengambil keputusan serta mengendalikan emosinya. Sementara itu, Franco Mastantuono dimainkan di area yang lebih sentral daripada posisi sayap kanan yang selama ini lebih sering dikaitkan dengannya. Perubahan tersebut menarik untuk diperhatikan karena Grosso tampaknya masih mencari formula terbaik untuk komposisi lini tengah dan serangan Fiorentina.
Meski kemenangan besar berhasil diraih, Grosso tetap memiliki pekerjaan rumah yang cukup jelas. Struktur pertahanan Fiorentina masih menyisakan celah, khususnya ketika lawan mengirimkan bola diagonal menuju pemain sayap. Posisi bek sayap yang terlalu masuk ke tengah membuat area di sisi lapangan beberapa kali terbuka dan dimanfaatkan Benevento. Lamesta menjadi contoh paling jelas karena ia berulang kali mendapatkan ruang untuk berlari dan menghadapi Valdepeñas.
Masalah tersebut mungkin tidak terlalu terlihat ketika menghadapi Benevento, tetapi akan menjadi ujian yang jauh lebih berat melawan tim-tim Serie A. Jika celah serupa kembali muncul saat menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi, Fiorentina berpotensi mendapatkan hukuman yang lebih berat. Dengan demikian, kemenangan 4-1 ini memang menjadi awal yang menggembirakan, tetapi juga memberikan Grosso sejumlah catatan penting untuk segera diperbaiki.
Kemenangan atas Benevento membuat Fiorentina melaju ke putaran ketiga Coppa Italia. La Viola akan menghadapi pemenang pertandingan Pisa melawan Empoli dalam duel yang sekaligus berpotensi menjadi Derby Toscana. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 2 September, di tengah rangkaian pertandingan Serie A melawan Frosinone dan Torino.
Namun, sebelum memikirkan Coppa Italia, Fiorentina akan lebih dulu menghadapi ujian berat di Serie A. La Viola dijadwalkan bertandang ke ibu kota untuk menghadapi AS Roma asuhan Gian Piero Gasperini. Roma kembali membidik posisi di zona Liga Champions, sehingga pertandingan tersebut akan menjadi ujian nyata pertama bagi skuad baru Grosso.
Bursa transfer juga masih terbuka hingga setelah pertandingan melawan Roma. Artinya, komposisi Fiorentina masih berpotensi mengalami perubahan sebelum pertandingan berikutnya di kandang melawan Frosinone. Fabio Paratici dan manajemen tentu akan mengevaluasi performa tim dari laga ini sebelum menentukan langkah berikutnya di pasar transfer.
Untuk saat ini, setidaknya, era Fabio Grosso telah dimulai dengan sempurna. Empat gol, sejumlah debut yang menjanjikan, serta kemenangan meyakinkan di hadapan publik Artemio Franchi memberikan alasan bagi pendukung Fiorentina untuk kembali menaruh harapan. Tantangan sebenarnya baru akan dimulai ketika La Viola berhadapan dengan lawan-lawan Serie A, tetapi jika kemenangan atas Benevento menjadi gambaran awal dari proyek baru ini, Fiorentina tampaknya memiliki alasan untuk menyambut musim baru dengan optimisme. (Sumber: Artikel violanation.com | Video acffiorentina.com)






