ViolaClubINA - Fiorentina mulai memasuki fase evaluasi setelah menutup musim yang penuh tekanan dan dinamika. Sejumlah pemain hingga petinggi sepak bola Italia akhirnya buka suara terkait situasi terkini klub berjuluk La Viola tersebut. Mulai dari isu masa depan Manor Solomon, refleksi David De Gea sebagai kapten, hingga polemik performa Roberto Piccoli yang dinilai jauh dari ekspektasi. Sorotan pertama datang dari Manor Solomon. Pemain yang sempat dikaitkan dengan Fiorentina itu sebelumnya mengunggah pesan di media sosial yang dianggap sebagai salam perpisahan dengan Firenze dan para pendukung La Viola. Namun, sang agen, Gilad Katsav, langsung membantah anggapan tersebut. Menurutnya, unggahan itu sama sekali bukan tanda perpisahan, melainkan hanya bentuk apresiasi atas musim yang telah dijalani.
Katsav menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka karena bursa transfer baru saja dimulai. Ia juga menyebut Solomon masih terikat kontrak dengan Tottenham Hotspur dan belum ada pembicaraan apa pun dengan Roberto De Zerbi yang kini menjadi pelatih klub asal London tersebut. Meski demikian, sang agen berharap Solomon tetap bertahan di Tottenham karena dinilai layak mendapatkan kesempatan lebih besar. Di sisi lain, kapten Fiorentina, David De Gea, turut memberikan refleksi mengenai perjalanan tim musim ini. Kiper asal Spanyol itu menyebut musim yang dijalani Fiorentina bukanlah musim yang mudah, tetapi tim berhasil menunjukkan karakter dan identitas klub melalui perjuangan serta semangat pantang menyerah.
De Gea mengaku merasakan tanggung jawab besar sebagai kapten klub dalam enam bulan terakhir. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain, staf, manajemen, dan para pendukung yang terus memberikan dukungan sepanjang musim. Setelah kompetisi berakhir, mantan penjaga gawang Manchester United tersebut memilih fokus untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum menghadapi musim baru. Pernyataan serupa juga datang dari gelandang Fiorentina, Marco Brescianini. Pemain muda itu menyebut Fiorentina sebagai salah satu titik terpenting dalam perjalanan karier profesionalnya. Sejak pertama datang ke Firenze, ia mengaku memiliki target untuk cepat beradaptasi dan membalas kepercayaan klub melalui kerja keras di dalam maupun luar lapangan.
Brescianini menilai musim ini dipenuhi tantangan dan hambatan yang tidak mudah. Namun, ia memuji kekompakan tim yang mampu bangkit dalam berbagai situasi sulit hingga akhirnya berhasil mencapai target musim. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para tifosi Fiorentina yang terus mendukung tim sepanjang kompetisi berlangsung. Menurut Lo Monaco, tantangan terbesar Fiorentina bukan hanya soal membeli atau menjual pemain di bursa transfer musim panas nanti. Klub juga harus memikirkan masa depan puluhan pemain yang kembali dari masa peminjaman. Ia memperkirakan hampir separuh dari total skuad Fiorentina saat ini berasal dari pemain pinjaman yang kembali ke klub.
Lo Monaco juga menegaskan bahwa Paratici memiliki peran sangat penting dalam menentukan arah masa depan Fiorentina, baik dari sisi teknis maupun manajemen olahraga. Ia percaya hubungan antara Paratici dan Grosso dapat menciptakan sinergi positif demi membangun proyek baru La Viola. Selain itu, ia meminta Fiorentina untuk mempertahankan dan mengembangkan pemain seperti Giovanni Fabbian serta Marco Brescianini. Ia juga menilai Fiorentina masih membutuhkan seorang bek berkualitas yang mampu memimpin lini pertahanan.
[Baca juga : Pecah Penantian! Fiorentina Primavera Juara Liga Italia, Commisso: “Ayah Saya Akan Bangga Melihat Kalian” ]
Mengenai Moise Kean dan Roberto Piccoli, Lo Monaco mengaku Fiorentina berada dalam situasi yang cukup rumit. Ia menilai Kean sebenarnya masih layak dipertahankan apabila mampu kembali ke performa terbaiknya. Namun untuk Piccoli, ia merasa sang penyerang belum cukup mampu menjadi andalan utama sepanjang musim, tetapi juga terlalu mahal jika hanya dijadikan pelapis. Situasi tersebut membuat Fiorentina kini menghadapi musim panas yang sangat menentukan. Di tengah harapan membangun skuad yang lebih kompetitif, La Viola juga harus cermat mengambil keputusan agar tidak terjebak dalam kesalahan transfer dan penurunan performa yang sama pada musim berikutnya.
Sementara itu, persoalan terbesar Fiorentina saat ini tampaknya berada pada sektor penyerangan, khususnya terkait Roberto Piccoli. Penyerang yang direkrut dengan nilai mencapai 25 juta euro plus bonus dari Cagliari itu justru gagal memenuhi ekspektasi besar publik Firenze. Saat direkrut musim panas lalu, Piccoli diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang sekaligus calon penerus Moise Kean. Namun kenyataannya sangat berbeda. Sepanjang musim, ia hanya mampu mencetak empat gol dari 28 penampilan di Serie A. Catatan tersebut dianggap sangat tidak sebanding dengan biaya transfer besar yang telah dikeluarkan klub.
Tidak hanya soal produktivitas gol, Piccoli juga dinilai kurang mampu membangun kerja sama dengan rekan setim, kalah dalam duel fisik, dan belum memiliki keberanian memimpin lini serang ketika Kean absen. Situasi ini membuat nilai pasarnya menurun drastis dan menjadi pekerjaan rumah serius bagi manajemen Fiorentina. Kini terdapat tiga kemungkinan terkait masa depan Piccoli. Opsi pertama adalah menjualnya secara permanen, tetapi langkah tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar karena nilainya sudah turun. Opsi kedua adalah meminjamkannya ke klub lain agar mendapatkan menit bermain reguler dan mengembalikan performanya. Sedangkan opsi terakhir adalah mempertahankannya di Firenze, meski banyak pendukung berharap ia tidak lagi menjadi pilihan utama di lini depan.
Pengamat sepak bola Italia sekaligus mantan direktur olahraga Catania dan Palermo, Pietro Lo Monaco, menilai Fiorentina saat ini sedang memasuki periode yang sangat krusial. Ia menyebut keputusan menunjuk Fabio Grosso sebagai pelatih merupakan pilihan yang sudah diperhitungkan dengan matang oleh Fabio Paratici selaku sosok yang kini memegang kendali proyek teknis klub. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @acffiorentina )






