ViolaClubINA - Kurang dari dua pekan lagi, Fiorentina akan memulai perjalanan resminya pada musim 2026/27 melalui ajang Coppa Italia. Waktu yang semakin sempit membuat setiap pertandingan pramusim memiliki nilai yang sangat penting bagi Fabio Grosso dalam membentuk identitas permainan timnya. Empat laga uji coba melawan Gubbio, Queens Park Rangers, Watford, hingga Real Madrid telah memberikan gambaran awal mengenai potensi yang dimiliki La Viola sekaligus berbagai pekerjaan rumah yang masih harus segera diselesaikan.
Di tengah proses pembangunan skuad yang belum sepenuhnya rampung, sejumlah nama langsung mencuri perhatian. Arthur Atta menjadi salah satu pemain yang tampil paling menjanjikan sepanjang pramusim. Gelandang yang didatangkan dari Udinese itu memperlihatkan kualitas teknik yang berada di atas rata-rata. Kemampuannya membawa bola, membaca ruang, serta menciptakan peluang membuatnya terlihat begitu nyaman menjadi motor permainan Fiorentina.
Meski memperoleh menit bermain yang lebih sedikit, Christ Inao Oulaï juga meninggalkan kesan positif. Gelandang asal Pantai Gading tersebut menawarkan karakter yang berbeda dibandingkan Atta. Ia bermain dengan intensitas tinggi, agresif dalam merebut bola, serta mampu memberikan keseimbangan antara kontribusi bertahan dan menyerang. Potensi duetnya bersama Nicolò Fagioli bahkan mulai memancing rasa penasaran. Fabio Grosso sendiri mengakui sempat berencana memainkan keduanya secara bersamaan sebelum Oulaï mengalami benturan ringan. Kombinasi kreativitas Fagioli dengan energi Oulaï dinilai berpotensi menghadirkan dimensi baru di lini tengah Fiorentina.
Fagioli kembali menunjukkan mengapa dirinya masih menjadi salah satu pemain paling berharga dalam skuad. Saat menghadapi Real Madrid, gelandang tim nasional Italia itu hanya membutuhkan beberapa menit untuk memberikan umpan matang kepada Moise Kean yang berbuah gol penyeimbang. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kualitas visi bermain dan kreativitas Fagioli masih sangat dibutuhkan di tengah proses adaptasi tim.
Kean sendiri kembali memperlihatkan dua sisi yang selama ini melekat pada dirinya. Di satu sisi, ketajamannya sebagai penyerang masih mampu menjadi pembeda ketika berada dalam kondisi terbaik. Namun, konsistensi sikap dan fokus di atas lapangan masih menjadi tanda tanya yang belum sepenuhnya terjawab. Di tengah kebutuhan klub untuk menjaga keseimbangan finansial, masa depan Kean maupun Fagioli diperkirakan masih akan menjadi perhatian hingga bursa transfer ditutup.
Sementara itu, Roberto Piccoli mulai menemukan kembali rasa percaya dirinya. Tiga gol yang dicetak sepanjang empat pertandingan pramusim menjadi modal positif bagi penyerang yang musim lalu membela Cagliari tersebut. Meski demikian, kontribusinya belum sepenuhnya memuaskan. Selain produktivitas di depan gawang, Fiorentina tentu berharap Piccoli dapat lebih aktif dalam membangun serangan serta meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.
Jika sektor depan mulai menunjukkan perkembangan, situasi berbeda justru terlihat di lini pertahanan. Koordinasi antarpemain belakang masih belum benar-benar solid. Dodô tampil cukup inkonsisten dalam beberapa pertandingan, sedangkan Radu Drăgușin dan Luca Ranieri masih beberapa kali melakukan kesalahan individu yang berujung pada peluang lawan. Di sisi lain, Viery Fernandes Santos Lopes memberikan impresi yang cukup menjanjikan. Bek muda tersebut memperlihatkan karakter bertahan yang berani, agresif, serta memiliki mental bertanding yang kuat, meskipun ia tetap perlu mengontrol emosinya agar tidak berlebihan dalam duel-duel fisik.
Kondisi tersebut sebenarnya masih dapat dimaklumi mengingat sebagian besar komposisi lini belakang merupakan wajah baru yang masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry. Kehadiran Victor Valdepeñas dan proses pemulihan Fabiano Parisi diharapkan mampu memberikan lebih banyak opsi sekaligus meningkatkan kualitas pertahanan Fiorentina dalam waktu dekat.
Belum lengkapnya komposisi skuad juga memengaruhi pendekatan taktik Fabio Grosso. Pelatih berusia 48 tahun itu dikenal mengandalkan skema 4-3-3 yang bertumpu pada peran dua penyerang sayap. Namun, lambatnya proses perekrutan pemain di sektor tersebut membuat Grosso terpaksa menggunakan formasi 4-3-2-1 atau yang lebih dikenal sebagai "Christmas Tree" dalam dua laga terakhir. Keputusan itu lebih merupakan solusi sementara dibandingkan perubahan filosofi bermain. Besar kemungkinan Fiorentina akan kembali menggunakan 4-3-3 ketika kebutuhan di sektor sayap telah terpenuhi.
Situasi ini juga berdampak langsung terhadap distribusi kualitas di lini tengah. Demi mengakomodasi kebutuhan taktik, Atta beberapa kali dimainkan lebih maju sebagai gelandang serang, sehingga peran alaminya sedikit bergeser. Di saat yang sama, Fagioli dan Oulaï justru lebih sering dimainkan secara bergantian daripada bersamaan. Padahal, jika melihat karakter keduanya, kombinasi kreativitas Fagioli, mobilitas Oulaï, dan kualitas Atta berpotensi menghadirkan lini tengah yang jauh lebih dinamis. Hingga kini, eksperimen tersebut belum benar-benar dicoba secara maksimal.
Menariknya, terdapat satu pasangan gelandang yang justru terus mendapatkan kepercayaan penuh dari Fabio Grosso, yakni Cher Ndour dan Rolando Mandragora. Hampir di setiap pertandingan pramusim, keduanya selalu menjadi pilihan utama dan jarang digantikan sebelum laga memasuki menit-menit akhir. Kepercayaan tersebut cukup mengundang tanda tanya mengingat musim lalu keduanya memang mampu memberikan kontribusi dalam urusan mencetak gol, tetapi belum terlalu efektif dalam membangun permainan dari lini tengah.
Situasi itu terasa semakin kontras jika melihat besarnya investasi yang telah dikeluarkan Fiorentina untuk memperkuat sektor tersebut sejak Januari lalu. Klub mendatangkan beberapa gelandang baru dengan nilai investasi yang sangat besar demi meningkatkan kualitas permainan. Namun, hingga pramusim memasuki fase akhir, Grosso masih mengandalkan duet lama sebagai fondasi utama timnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses menemukan komposisi ideal masih terus berlangsung.
Empat pertandingan pramusim memang belum cukup untuk memberikan penilaian akhir terhadap wajah baru Fiorentina. Tim masih berada dalam tahap pembentukan, sejumlah pemain belum mencapai kondisi fisik terbaik, dan aktivitas di bursa transfer pun belum selesai. Meski demikian, sejumlah sinyal positif mulai terlihat, terutama dari penampilan para rekrutan anyar yang mampu membawa optimisme baru.
Kini, tantangan terbesar Fabio Grosso adalah menyatukan seluruh potensi tersebut menjadi sebuah sistem permainan yang efektif sebelum kompetisi resmi dimulai. Waktu yang tersisa memang tidak banyak, tetapi jika berbagai kepingan puzzle itu berhasil disusun dengan tepat, Fiorentina memiliki peluang untuk memasuki musim baru dengan fondasi yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan musim sebelumnya. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto @valdee.21 )






