Sign Up
Cover

Badai di Viola Park: Investasi 150 Juta Euro Berujung Penalti, Kebuntuan VAR, dan Menghilangnya Sang Bos Besar!

ACF Fiorentina

Rabu, 21 Oktober 2026

ViolaClubINA - Krisis hebat tengah mengguncang Fiorentina di awal musim Serie A 2026-2027. Kekalahan kontroversial dari Como di Stadion Artemio Franchi menjadi pemantik meledaknya ketegangan yang merembet dari masalah lapangan hingga ranah kepemimpinan klub. Manajemen La Viola dibuat meradang oleh serangkaian keputusan wasit yang dinilai merugikan, termasuk gol Como yang diawali pelanggaran Milla terhadap Gonçalves serta pembatalan gol penyeimbang Marin Pongracic akibat dugaan offside tanpa kejelasan sudut kamera yang memadai. Manajemen klub telah mengirimkan surat resmi kepada pihak Lega Serie A untuk menuntut penjelasan transparan mengenai kinerja VAR dan ketiadaan rekaman gambar dinamis yang valid. Namun, respons yang didapat justru bungkamnya otoritas liga, membuat Fiorentina bersiap mengambil langkah hukum dan formal di semua lini yang memungkinkan demi memperjuangkan keadilan.

Bukannya mendapatkan kejelasan, penderitaan Fiorentina malah makin bertambah setelah Hakim Olahraga (Giudice Sportivo) menjatuhkan sanksi berat. Selain denda sebesar 5.000 euro akibat menyalanya suar dan kembang api di tribun penonton, klub juga dihantam denda 10.000 euro akibat aksi protes keras yang dilakukan oleh sang direktur, Fabio Paratici. Mantan petinggi Juventus tersebut kedapatan melakukan protes berlebihan dan dinilai tidak menghormati keputusan wasit di area ruang ganti saat jeda antarbabak, sebuah pelanggaran berulang yang memicu kemarahan otoritas disiplin Serie A. Keputusan ini terasa bagai dorongan beruntun yang kian memperkeruh suasana di Florence.

[Baca juga :  Serie A 26/27 Gio 07 vs Como (1-3)]

Di luar kontroversi wasit dan sanksi disiplin, bayang-bayang kegagalan teknis kini menghantui internal tim. Meski dana fantastis mencapai 150,5 juta euro telah digelontorkan pada bursa transfer—angka yang bahkan berpotensi membengkak akibat kewajiban tebus pemain—Fiorentina justru terdampar di peringkat penundaan zona merah, yakni posisi penutupan kedua dari bawah dengan baru mengoleksi empat poin dari tujuh laga. Kinerja lini belakang menjadi sorotan utama usai kebobolan 17 gol, menjadikan pertahanan La Viola yang terburuk di Serie A musim ini. Menariknya, di tengah keterpurukan dan tanda tanya besar dari para pendukung, kehadiran Fabio Paratici sebagai pemegang kendali penuh justru dipertanyakan karena ia mendadak sulit dijumpai dan seolah menghilang dari publikasi media.

Situasi ini memicu kecemasan mendalam di kalangan Fiorentini karena bayangan kelam pertarungan papan bawah musim lalu kembali membayangi. Kendati permainan di bawah asuhan Paolo Vanoli menunjukkan sedikit perbaikan taktis dibandingkan era Fabio Grosso, kenyataan pahit di papan klasemen tidak bisa dibohongi. Dengan jadwal berat yang sudah menanti sebelum jeda kompetisi—termasuk bentrokan sengit melawan Inter Milan, Atalanta, Sassuolo, hingga Juventus—Fiorentina kini berada di persimpangan jalan yang sangat krusial. Manajemen dan pelatih harus segera menemukan formula bangkit jika tidak ingin investasi ratusan juta euro tersebut berakhir menjadi bencana besar di akhir musim. (Sumber: Artikel fiorentinanews.com | Foto  @acffiorentina ) 

Comments

  OR  
0 Comments
Sort by 
No comment yet